|
Selayang Pandang
Pendidikan Teknologi Dasar pada SLTP di Indonesia
ABSTRAK
Seperti kita ketahui saat ini, terasa atau tidak terasa,
suka atau tidak suka, kita sedang terbawa oleh perubahan
zaman yang sangat besar yang menyangkut segala aspek
kehidupan menuju suatu era yang disebut dengan era
globalisasi. Sejauh mana kita berperan serta dalam era
globalisasi tersebut.
Sebenarnya yang diinginkan bangsa Indonesia adalah kita
sebagai bangsa yang besar harus dapat berperan serta
positif dalam era globalisasi ini, kita tidak ingin
hanya menjadi obyek dan bulan-bulanan bangsa lain.Oleh
sebab itu kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin
untuk menyongsong era tersebut, salah satu alternatif
adalah mempersiapkan sumber daya manusia melalui proses
pendidikan. Jadi masalah utama yang harus dijawab dalam
adalah model pengajaran apa yang dapat meningkatkan
kualitas sumber daya manusia dalam rangka menyongsong
era globalisasi. Salah satu alternatif adalah
memperkenalkan IPTEK secara dini dalam pendidikan formal
karena siswa-siswi kita adalah sumber daya manusia
dimasa yang akan datang.
A.
Pendahuluan.
Basic Technology Education atau Pendidikan Dasar
Teknologi merupakan materi pelajaran yang mengacu pada
bidang IPTEK, dimana siswa diberi kesempatan untuk
membahas dan mempelajari masalah teknologi di masyarakat,
memahami dan menangani peralatan teknologi serta membuat
produk teknologi sederhana melalui kegiatan merancang,
membuat, menggunakan dan menganalisa dengan menggunakan
metoda pemecahan masalah .
Kompetensi-kompetensi seperti mampu memecahkan masalah,
mampu berpikir alternatif dan mampu mengevaluasi sendiri
hasil pekerjaannya, dapat dikembangkan melalui BTE.
Artinya BTE dapat mempersiapkan peserta didik memiliki
kemampuan khusus agar dapat bekerja mandiri dalam
kebersamaan serta berhasil di masa depannya.
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kita akan
dihadapkan pada perubahan dan perkembangan IPTEK yang
sangat cepat, demikian juga halnya dengan kebudayaan
juga akan berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK.
Menghadapi keadaan ini masyarakat perlu diarahkan pada
sikap "sadar teknologi" atau "melek teknologi".
Oleh karena itu langkah yang paling baik adalah IPTEK
perlu diperkenalkan secara dini melalui pendidikan
formal. Sehingga sangat relevan jika Pendidikan
Teknologi Dasar diperkenalkan di sekolah khususnya SLTP,
karena para siswa-siswi kita adalah aset sember daya
manusia di masa yang akan datang. Melalui kegiatan
Pendidikan Teknologi Dasar para tamatannya dapat lebih
menyadari masalah teknologi seperti mamapu menangani
produk teknologi, mampu membuat produk teknologi
sederhana serta dapat menyadari bahwa produk teknologi
sangat erat erat kainnya dengan masyarakat. Selain itu
para siswa-siswi memiliki motivasi yang kuat untuk
mempelajari teknologi lebih lanjut, misal sampai
perguruan tinggi.
Di negara-negara yang telah maju seperti Amerika,
Inggris, Jerman, Belanda, Australia, Belgia dan
sebagainya, pendidikan teknologi sudah diperkenalkan
sejak akhir dasa warsa yang lalu dan saat ini telah
dijadikan bagian dari kurikulum pokok pada sekolah dasar
dan sekolah lanjutan, selain itu di Afrika Selatan sudah
dipersiapkan kurikulum yang disebut "kurikulum Afrika
Selatan menuju tahun 2005" dan memasukkan pendidikan
teknologi sebagai mata pelajaran pokok.
Di Indonesia sebenarnya telah ada gagasan untuk
memperkenalkan pendidikan teknologi sebagai mata
pelajaran yang terpisah, yaitu pada saat penyuusunan
kurikulum tahun 1990-1991, tetapi akhirnya diputuskan
oleh pemerintah, bahwa teknologi diintegrasikan kedalam
mata pelajaran yang sudah ada seperti Fisika, Kimia,
Biologi dan sebagainya seperti yang kita lihat dalam
kurikulum tahun 1994, misanya seperti pada mata
pelajaran IPA telah diperkenalkan kegiayan merancang dan
membuat dengan mengaplikasikan konsep Fisika dengan
kebutuhan siswa di masyarakat. Di SLTP terdapat 10 %-15
% kegiatan teknologi dalam bentuk merancang dan membuat.
Pada saat ini di Indonesia Pendidikan Teknologi Dasar (BTE)
mulai diperkenalkan dalam mata pelajaran yang terpisah
dan masih merupakan proyek rintisan dan percontohan,
kegiatan ini di perkenalkan di Indonesia atas kerjasam .
Departement Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan
Departement Pendidikana dan Kebudayaan pemerintah
Kerajaan Belanda, secara operasional kegiatan ini di
laksanakan oleh SLO ( Pusat kurikulum Belanda ) dan
Direktorat Sekolah Swasta ( Ditsiswa ) Depdikbud
Indonesia. Dan di tunjuk 4 sekolah swasta percontohan
yaitu SLTP Taruna Bakti Bandung, SLTP Al-Kautsar Bandar
Lampung, SLTP Hang Tuah Ujung Pandang dan SLTP Katolik
Ambon, semua nya adalah SLTP_SLTP swasta. Kurikulumnya
dikembangkan oleh Balitbang Depdikbud, PPPG teknologi
Bandung dan SLO ( Pusat Kurikulum Belanda ), sedangakan
pengembangan materi dan metodeloginya dilakukan oleh
PPPG Teknologi Bandung bekerja sama dengan Hoogeschool
Van Utrecht ( Hvu ) Belanda.
B.
Peluang Pendidikan Teknologi Dasar dalam Kurikulum SLTP
Tahun 1994 ( Kurikulum Pendidikan Dasar 1994 ).
Dalam era globalisasi, yang seperti telah dicanangkan
oleh Presiden terdahulu bahwa Indonesia tahun 2003 -
2010akan memasuki pasar bebas, diaman setiap orang dapat
melakukan aktifitas di Indonesia dengan kompetisi
objektif, tanpa melihat asal usul kewarga negaraannya,
hal itu berarti siap tidak siap, suka tidak suka, mau
tidak mau semua masyarakat Indonesia harus berhadapan
dan terlibat langsung dengan perkembangan Ilmu
Perngetahuan dan Tenologi ( IPTEK ) yang sangat pesat,
bagaikan "Air Bah" yang dapat menerjang siapa saja.
Kondisi terssebut dapat memberi peluang yang sanagt
besar bagi kita, tetapi juga dapat menimbulkan tantangan
yang besar pula. Hanya saja tantangan yang besar itu
jangann sampai menjadi ancaman, karen kita bangsa
Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Untuk mengantisipasi keadaaan itu, pemerintah sejak
tahun 1984 telah wajib belajar sembilan tahun oleh
presiden Soeharto waktu itu, sehingga pada tahun 2003 di
harapkan masyarakat Indonesia serendah-rendahnya
berpendidikan SLTP.Pada kondisi tersebut, merupakan
tonggak yang amat kritis karena ke majuan negara sangat
bergantung kepda kwalitas sumber daya manusianya agar
kita dapat bersaing secara global dengan cara kompotitf
atau kooperatif.
Selain itu masyarakat indonesia harus "melek teknologi"
(sadar teknologi), sehingga wawasan IPTEK perlu
diperkenalkan secara dini kepada para siswa-siswi kita.
Persoalannya sekarang adalah, apakah sistimm pendidikan
yang sudah ada sekarang memungkinkan dapat meningkatkan
wawasan IPTEK siswa ?, Apakah masih ada peluang lain
untuk meningkatkan wawasan IPTEK siswa ?.
Kita tinjau kurikulum tentang Pendidikan Dasar yang
telah disiapkan oleh pemerintah, dalam buku kurikulum
pendidikan tahun 1994 tentang Pendidikan Dasar,
penyajian mata pelajaran dimaksudkan agar lulusannya
memperoleh bekal kemampuan dasar untuk mengembangkan
kehidupan sebagai pribadi, warga negara dan anggota
masyarakat serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti
pendidikan menengah (PP no 28 tahun 1990 tentang
Pendidikan Dasar).
Selanjutnya dalam buku Kurikulum Pendidikan Dasar :
Landasan, Program dan Pengembangan dijelaskan bahwa
"Kurikulum di SLTP lebih menekankan pada kemampuan siswa
untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan
teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan
lingkungan. Pengauasaan tersebut akan memudahkan siswa
untuk mengembangkan kemampuannya secara bertahap seperti
berpikir teratur, kritis dalam memecahkan masalah
sederhana serta sanggup bersikap mandiri dalam
kebersamnaan" makna dari ungkapan tersebut diatas,
mengisaratkan bahwa peluang memperkenalkan wawasan IPTEK
sudah tersirat dalam kurikulum tahun 1994 dan wawasan
IPTEK sudah seharusnya mulai diperkenalkan sjak di SLTP.
C. Apa
Pendidikan Teknologi Dasar itu ?
Pendidikan Teknologi Dasar menurut HJ. Grover dapat
didefinisikan sebagai pendidikan untuk massa depan yang
memberi anak-anak muda kesempatan untuk mempelajari
berbagai jenis bahan, proses, produk industri dan
permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan dan
pekerjaan dalam dunia teknologi (SLO, basic Technology
Education, Nov. 1995). Definisi secara acurat sulit
untuk diberikan karena teknologi berubah secara cepat.
Pendidikan Teknologi Dasar bertujuan memperkenalkan dan
membiasakan para siswa-siswi terhadap dunia teknologi
dengan aspek-aspek penting yang memungkinkan siswa dapat
:
1. Mengembangkan berpikir kritis terhadap teknologi.
2. Mengembangkan kemampuan berpendapat tentang teknologi
dan mampu menggambarkannya pada orang lain.
3. Mengidentifikasi dampak teknologi baik yang positif
maupun yang negatif terhadap masyarakat dan lingkungan.
4. Memiliki wawasan dalam memilih profesi dalam bidang
teknologi sehingga memiliki peran yang berarti di dalam
masyarakat.
5. Memiliki motivasi untuk belajar lebih lanjut tentang
teknologi.
6. Membiasakan diri bekerja sendiri dalam kebersamaan.
Teknologi bagi setiap anak dan masyarakat tidaklah sama,
sebagai contoh anak yang berada di Jakarta mempunyai
pandangan tentang teknologi yang sangat berbeda dengan
anak yang berada di kota Menado, akan tetapi adan
teknologi yang bersifat umum. Selain itu pada saat ini
dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat
cepat anak akan mempunyai pandangan dasar tentang
teknologi yang hampir sama dan menyadari bahwa teknologi
berkembang sangat pesat.
Dalam pendidikan teknologi dasar setiap siswa akan
memperoleh pengetahuan dan pemahaman terhadap tiga pilar
teknologi yaitu :
1. Penangan produk teknologi.
Para siswa dapat menggunakan produk teknologi secara
tepat dan benar, baik berupa alat untuk memproduksi,
maupun alat-alat ukur (instrumen), sehingga memberi
kesempatan kepada para siswa untuk memahami kemampuan
dan minatnya dalam bidang teknologi. Pada bagian ini
para siswa belajar tentang teknologi dengan praktek dan
praktikum dengan metoda pemecahan masalah dan pendekatan
sistim.
2. Pembuatan produk teknik.
Para siswa diharapkan dapat menyadari bahwa teknologi
sebagai suatu proses kegiatan yang dapat membuat sesuatu
benda kerja yang dapat berfungsi dan bermanfaat baik
untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Dalam
bagian ini para siswa belajar bagaimana membuat produk
teknik atau benda kerja yang dapat berfungsi dengan cara
terlibat selama proses pembuatannya dan menggunakan
produk teknologi sebagai alatnya. Benda yang dibuat oleh
siswa adalah benda yang dapat berfungsi karena benda
yang berfungsi akan memberikan motivasi yang tinggi pada
diri para siswa untuk belajar lebih lanjut. Pada bagian
ini para siswa akan belajar teknologi dasar dengan
metoda : alur produksi, kunjungan industri, pemecahan
masalahdan pendekatan sistim.
3. Teknologi dan masyarakat.
Teknologi sebagai suatu alat untuk memecahkan
permasalahan manusia. Disini terdapat hubungan yang erat
antara teknologi dengan ilmu pengetahuan lain di dalam
masyarakat. Pada bagian ini para siswa belajar dengan
metoda kunjungan industri, pemecahan masalah, alur
produksi dan bekerja tematis.
Berdasarkan ketiga pilar tersebut diatas materi umum
pendidikan dasar teknologi dikembangkan, dengan koposisi
sebagai berikut : (a) Penanganan produk teknologi
memerlukan waktu 30 %; (b) Pembuatan produk teknologi,
meerlukan waktu 35 %; (c) Hubungan antara teknologi
dengan masyarakat, memerlukan alokasi waktu 10 %.
Sedangkan waktu yang tersisa sekitar 25 % dicadangkan
untuk diisi dengan teknologi yang sifatnya lokal atau
sesuai dengan perkembangan teknologi yang yang ada
didekat lingkungan para siswa.
D. Buku
Sumber.
1. ................., (1997) Basic Technology Education
Curriculum Indonesia, Educaplan, Enschede, The
Netherlands.
2. Doornekamp, B.G. (1995). Technology in Dutch Primary
Education, National Institut for Curriculum
Devellopment, The Netherlands.
3. Griffith, Alan K & Health, Nancy Parson, (1996),
Student Secondary view about Technology, Journal
Research in Science & Technology Education, Vol. 14, No.
2.
4. Sukadinata, Prof. Dr. Nana Syaodih, (1997)
Pengembangan Kurikulum, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya,
Bandung.
Oleh : Didi Teguh Chandra,
Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Sumber: http://www.artikel.us/dtchandra.html
|