|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Detik, 9 Agustus 2000 | |
60 Ribu Suratkabar Tua Dijual Perpustakaan Inggris |
|
| Reporter: Kurniawan detikcom - Inggris, Suratkabar dari negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Latin selama 120 tahun lalu telah dipindah lewat penjualan, lelang, atau dibagi gratis oleh Perpustakaan Inggris. Ini berarti penghancuran koleksi unik rekaman sejarah dan tulisan. Penjualan terakhir hampir mencapai 10 persen dari 24 mil ruang penyimpanan suratkabar perpustakaan itu atau sekitar 3,84 km ruang koleksinya. Koleksi itu berasal dari gudang suratkabar British Library's Colindale di London Utara. Koleksinya termasuk koran-koran Jerman yang menulis tentang tahun-tahun berkuasanya Hitler, koran-koran Rusia sebelum Revolusi, dan koran dari masa Perang Dingin. Bahkan koleksi ini ditawarkan gratis ke perpustakaan-perpustakaan di negara-negara yang tertarik, seperti Prussian State Library di Berlin yang mengambil sebagian besarnya. Koran Italia, La Nazione dan Giornale di Roma, dari Periode Unifikasi Abad ke-19 telah diambil oleh Baylor University di Texas, tapi masih banyak yang terjual ke dealer yang menggunting-gunting koran itu untuk ilustrasi atau soevenir. Jika tidak ada yang mau mengomersilkannya, perpustakaan itu siap untuk menghancurkannya menjadi bubur kertas (pulp). Dr Brian Lang, kepala Perpustakaan Inggris, menyatakan kepada The Times, bahwa kebijakan itu diambil atas dasar kebutuhan untuk meyakinkan pembaca di negeri itu untuk terus mengakses isi suratkabar asing. "Kami percaya kami bertindah secara bertanggung jawab dalam batas-batas otoritas kami. Pejualan itu sendiri diungkapkan oleh novelis Amerika, Nicholson Baker, dalam artikel yang dimuat di The New Yorker. Baker telah menyelidiki praktek penjualan oleh lembaga semacam New York Public Library dan Library of Congress. Dia telah membentuk sebuah organisasi nonprofit di AS untuk menyelamatkan koran-koran tua itu dan telah menghabiskan 20.000 poundsterling (kini sekitar Rp 259 juta) pada lelang British Library September lalu. "Koleksi suratkabar asing adalah yang terbaik di dunia, sebuah kekayaan nasional," katanya. "Penjualannya itu seharusnya didiskusikan dulu oleh publik dan diatur oleh hukum-hukum yang dirancang untuk melindungi kelompok-kelompok materi yang bernilai luar biasa secara historis dan moneter," lanjutnya. Hukum yang ada sekarang hanya berlaku bagi suratkabar Inggris dan Negara Persemakmuran. Sejauh ini, mikrofilm dianggap sudah cukup menggantikan koleksi fisik koran tua tersebut. Namun, perkembangan teknolgi cetak warna jadi masalah. Praktis, halaman-halaman berwarna jadi hilang ketika dipotret dengan mikrofilm hitam putih. Dan mikrofilm cenderung mengabaikan berita-berita pendek yang ditulis dalam beberapa edisi suratkabar. Menyimpan bermil-mil koran itu bukan masalah mudah. Perpustakaan Inggris sendiri untuk mengoleksi 2500 judul koran dari Inggris saja terpaksa menjual koleksinya sepanjang setengah mil (sekitar 0,8 km) setiap tahun. |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|