|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Media Indonesia, 9 Desember 2000 | |
Menyihir Pembaca Buku Dunia |
|
DEMAM si tukang sihir cilik Harry Potter melanda dunia. Sejak edisi pertama diterbitkan pada 1997, seri Harry Potter telah terjual hingga 35 juta eksemplar dan diterjemahkan dalam 35 bahasa termasuk Indonesia. Hollywood pun melirik dengan Warner Bros yang sedang mencari bintang yang cocok sebagai Potter. Buku Harry Potter memang menggemaskan. Bercerita tentang Potter, yang memiliki darah tukang sihir, belajar di sekolah sihir -- mulai belajar mantera, mengubah bentuk benda, hingga belajar terbang naik sapu. Jenis sapu pun ada yang sapu balap dan yang sudah rusak sehingga sulit dikendalikan. Gaya bercerita yang mengesankan cara bercerita anak-anak dengan tema yang tidak lazim -- tentang kehidupan para tukang sihir tapi dari sisi human -- membuat Joanne Kathleen Rowling, si penulis, mendapatkan US$480 juta serta penghargaan mulai dari The British Book Awards, Children`s Book of the Year, dan the Smarties Prize. Memang luar biasa bagi Rowling, tapi juga tidak luar biasa jika melihat bagaimana ia belajar menulis cerita. "Sejak usia lima atau enam tahun saya mulai menulis tentang kelinci yang dinamai Rabbit," kata Rowling yang lahir di Chipping Sodbury, Gloucestershire, Inggris, pada 31 Juli 1965. Ia juga senang bercerita dongeng kepada teman-temannya. "Biasanya melibatkan mereka semua dalam hal-hal yang berbau heroisme dan keberanian yang tidak mungkin mereka lakukan dalam kehidupan nyata," katanya. Rowling besar di Winterbourne, dekat Bristol. Di sana ia mempunyai teman dengan nama Potter. Rupanya nama itu sangat ia sukai dan belakangan membawa keberuntungan baginya. Pada umur 9 tahun, keluarganya pindah ke Tutshill, dekat Chepstow. Masuk Universitas Exeter jurusan bahasa Prancis dan setelah lulus ia menjadi sekretaris. Tahun 1990, pada umur 26, Dia pindah ke Portugal untuk mengajar bahasa Inggris. "Saya suka mengajar Bahasa Inggris," ujarnya. Ia menjadwalkan jam mengajar pada siang dan malam hari. Paginya untuk menulis. Saat itu ia mulai menulis novel ketiganya. Kisahnya tentang seorang bocah yang kemudian tahu bahwa dirinya memiliki bakat sihir dan dikirim ke sekolah ilmu sihir. Praktis ia mulai menulis Harry Potter. Dua novel pertamanya ia hentikan pengerjaannya karena merasa terlalu buruk. Sementara dalam kehidupan pribadinya, Portugal juga memberinya jodoh saat ia menikah dengan seorang wartawan dan mempunyai seorang anak bernama Jessica yang lahir tahun 1993. Tidak lama kemudian ia bercerai dan pindah ke Edinburgh, Skotlandia. Di Skotlandia ia kembali lagi bekerja sebagai guru, tapi kali ini guru bahasa Prancis. Di sela-sela tugasnya sebagai orang tua tunggal, saat menunggui Jessica tidur ia menyelesaikan bab demi bab Harry Potter. Ia pun mulai mencari penerbit yang bersedia menerbitkannya. Dewan Seni Skotlandia mendengar proyek dirinya dan memberi bantuan. Akhirnya ia mendapat penerbit juga bagi seri Harry Potter yang pertama yaitu Harry Potter and the Philosopher`s Stone (selain di Inggris, buku itu diedarkan dengan judul Harry Potter and the Sorcerer Stone). Ia dibayar US$4 ribu untuk buku tersebut. Bloomsbury Children`s Books menerbitkan buku ini pada Juni 1997. Setelah laris, cetakan pertama dianggap klasik dan di pasar harganya melonjak hingga US$20 ribu per eksemplar. Pada 1999, seri buku cerita anak-anak penyihir Harry Potter menjadi sensasi internasional. Ketika itu, untuk pertama kalinya, buku karangan JK Rowling ini menjadi peringkat satu hingga tiga di harian The New York Times. Sampai tahun 2000, buku Harry Potter terjual sampai 35 juta kopi dalam 35 bahasa dan menghasilkan US$480. Edisi terakhir, keempat, dengan judul Harry Potter and The Goblet Of Fire dicetak sebanyak 5,3 juta eksemplar dengan pesanan sebelumnya hingga 1,8 juta eksemplar. Rowling juga sedang merencanakan seri buku ke tujuh yang menceritakan kronologi kehidupan Harry Potter selama satu tahun di sekolah sihir Hogwart. Rowling memang memasukkan sejumlah pengalaman pribadi. Selain nama Potter yang dari nama tetangga, ia juga menyertakan karakter pribadinya dalam seorang tokoh sahabat Potter bernama Hermione Granger. "Ron mirip dengan teman saya yang lebih tua," katanya. "Sedangkan Profesor Snape mirip dengan guru tua saya." Tetapi ia tidak menyebutkan guru yang mana. Kesenangan terhadap bahasa juga membuat dirinya menciptakan sejumlah nama seperti nama sekolah Hogwart. Safitri/B-3 |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|