Gratis Attunement dari Master Rama Narendra

Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo)

Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin.

Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>


 

 

Arsip Artikel Perpustakaan dan

Buku Terbitan Indonesia

 

Bisnis Indonesia, 14 September 2000

Home | News Archives


Coca-Cola bantu 20 perpustakaan


JAKARTA (Bisnis): Coca-Cola Indonesia memberikan bantuan Rp 5 miliar kepada 20 perpustakaan di Indonesia melalui Coca-Cola Foundation Indonesia (CFI) yang dibentuk awal pekan ini.

Mugiyanto, ketua dewan pengurus CFI itu, menjelaskan pembentukan yayasan tersebut bertujuan mendukung kesejahteraan sosial dan pengembangan masyarakat Indonesia khususnya di bidang pendidikan. Coca-Cola Foundation Indonesia mengawali kegiatannya melalui program pengembangan perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi diri," tutur Mugijanto di Jakarta awal pekan ini.

Dia menambahkan dengan alasan itu pihaknya menetapkan pendidikan sebagai sasaran utama bagi kegiatan-kegiatan Coca-Cola untuk membantu anak dan remaja Indonesia tumbuh menjadi warga negara berwawasan produktif.

Menurut Mugijanto, jumlah populasi anak dan remaja yang besar serta kondisi ketidakmampuan secara ekonomis membutuhkan adanya sistem pendidikan alternatif yang lebih terjangkau. Perpustakaan dalam hal ini menjadi suatu alternatif strategis melalui berbagai bahan bacaan yang disediakan.

Pada pelaksanaannya nanti, Coca-Cola melihat dalam tiga tahun pertama akan memfokuskan kegiatannya pada pengembangan dan pembinaan di berbagai daerah di Indonesia. Bagi Coca-Cola kegiatan tersebut merupakan sudah menjadi komitmen perusahaan untuk tetap menjaga hubungan yang harmonis kepada masyarakat atas kontribusinya kepada merk tersebut. Apalagi keberadaan minuman tersebut sudah mencapai 25 tahun di Indonesia.

Mugijanto menjelaskan pihak perusahaan tiap tahun telah menyediakan dana khusus yang dialokasikan untuk kegiatan sosial. Namun besarannya tidak merata tergantung dari proyek yang akan dilakukan. "Jadi bukan karena kami punya untung besar bikin proyek sosial. Buktinya pada saat krisis, kami tetaap melaksanakannya, sementara saat itu penjualan tengah mengalami penurunan."

Dia menegaskan sudah saatnya Coca-Cola memiliki suatu badan yang dapat secara khusus menangani kegiatan sosial kemasyarakatan agar dapat lebih terarah, berkesinambungan dan relevan bagi masyarakat sehingga bia memberikan hasil yang lebih optimal. "CFI merupakan badan yang diharapkan dapat menjalankan misi tersebut," tandas Mugijanto.

Sementara itu mantan Mendikbud Fuad Hasan, yang juga salah seorang dewan anggota CFI, menekankan pentingnya fungsi perpustakaan. "Banyak kawasan di Indonesia yang sangat memerlukan dukungan perpustakaan untuk memperbaiki kualitas hidup warganya."

Dia berharap melalui keanekaragaman bahan bacaan, perpustakaan seharusnya salah satu sarana efketif untuk menambah pengetahun dan ketrampilan. Perpustakaan menjadi agen perubahan bagi masyarakat sekelilingnya.

Fuad menjelaskan dari sekitar 4680 perpustakaan yang terdaftar hanya 1100 yang efektif. "Sisanya hanya sekedar nama saja, sedangkan kualitas dan pelaksanaannya masih membutuhkan bimbingan yang serius."

Karena itu dia berharap dengan peran serta swasta seperti Coca-Cola, perpustakaan lain dapat bersaing sehingga menjadi lebih berkualitas. "Kami berharap setelah mendapat pembinaan dari Coca-Cola perpustakaan tersebut bisa mandiri dengan dikelola serta diambil manfaatnya bagi masyarakat setempat." (shi)


Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia

 

Home | Go | Asmak Malaikat | English Version