|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Republika, 16 Agustus 2000 | |
Kondisi Perpustakaan Umum di Bandung Memprihatinkan atau Kondisi Perpustakaan Umum Memprihatinkan |
|
BANDUNG -- Komitmen Pemerintah Daerah Kota Bandung untuk mencerdaskan warganya dipertanyakan, mengingat kondisi perpustakaan umum yang pengelolaannya ditangani Pemda berada dalam kondisi mengenaskan. Padahal perpustakaan merupakan sarana untuk menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat. ''Kenyataannya, coba Anda perhatikan ruangan anak-anak di perpustakaan Cikapundung, koleksi bukunya sangat-sangat kurang,'' kata Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat Dadi Pakar kepada Republika kemarin. Padahal, menurut Dadi, lokasi perpustakaan Cikapundung sangat strategis sehingga memungkinkan para pelajar untuk singgah bahkan sehabis pulang sekolah sekalipun. ''Selain itu, jumlah perpustakaan di Bandung masih kurang.'' Dadi mengaku tidak ingat jumlah persis perpustakaan umum di Bandung saat ini. ''Tapi yang jelas dibanding dengan jumlah perpustakaan umum pada dekade tahun 50 hingga 60-an, jumlah perpustakaan pada masa itu lebih banyak dibanding sekarang,'' ujarnya. Ia menambahkan, Menteri Dalam Negeri sebenarnya pernah mengeluarkan instruksi agar di tingkat desa dan kecamatan dibuat perpustakaan. ''Idealnya memang setiap wilayah di satu daerah tingkat II memiliki satu perpustakaan, tapi sekarang, jangankan satu perpustakaan di setiap wilayah. Yang ada saja kondisinya memprihatinkan dan tidak representatif,'' paparnya. Dia menilai, perpustakaan umum yang bisa dikatakan masih memadai adalah Perpustakaan Daerah di jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Sedangkan selebihnya bisa dikatakan tidak terlalu baik, terutama jika dilihat dari kelengkapan buku yang ada di dalamnya. Padahal salah satu penunjang majunya perpustakaan adalah koleksi bukunya. Dadi mengatakan, Walikota Bandung AA Tarmana pernah menyatakan bahwa dirinya menaruh perhatian pada pengembangan perpustakaan di kota ini, dalam sebuah forum pelatihan pustakawan. ''Tapi saya tidak melihat ada tindak lanjut yang nyata, karena konsekuensi dari pernyataan ini adalah pengembangan perpustakaan umum secara luas,'' ujarnya. Lebih jauh ia mengingatkan agar Pemda tidak lagi menutup mata terhadap persoalan itu karena masalah perpustakaan menyangkut masalah pendidikan masyarakat secara luas. Menurut Dadi, jika yang menjadi masalah dalam pengembangan perpustakaan umum di daerah adalah dana, maka IKAPI akan membantu. Ditegaskannya, sebanyak 102 anggota penerbit yang tergabung dalam naungan IKAPI Jabar akan dengan senang hati membantu memberikan buku gratis, setidaknya 10 hingga 20 judul buku dari setiap penerbit. Meski demikian, karena 60 persen penerbit di Bandung menerbitkan buku pelajaran, tetap saja tidak bisa mengandalkan pada penerbit sepenuhnya untuk pengadaan buku yang variatif. |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|