Gratis Attunement dari Master Rama Narendra

Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo)

Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin.

Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>


 

 

Arsip Artikel Perpustakaan dan

Buku Terbitan Indonesia

 

Kompas, 16 Agustus 2000

Home | News Archives


Tanda Kehormatan RI untuk 20 Putra Bangsa


Presiden KH Abdurrahman Wahid hari Selasa (15/8) di Istana Negara memberikan tanda kehormatan kepada 20 orang putra bangsa Indonesia atas jasa-jasa dan dharma bakti mereka yang telah disumbangkan kepada negara dan bangsa ini.

Tanda kehormatan tersebut diserahkan satu persatu oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dalam suatu upacara yang dihadiri para pejabat lembaga tinggi/tertinggi negara, para pejabat sipil dan militer, para menteri kabinet, wartawan serta sanak keluarga dari mereka yang menerima tanda-tanda kehormatan tersebut.

Mereka yang menerima tanda kehormatan berupa Bintang Mahaputra Utama adalah Prof Dr Saparinah Sadli (Guru Besar UI, mantan Dekan Fakultas Psikologi UI, Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Pendidikan dan Penyuluhan, Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan), Wiweko Soepono (mantan Direktur Garuda Indonesia Airways), Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) HMA Sahal Mahfudz, Rudy Hartono Kurniawan (atlet bulu tangkis nasional, Ketua Bidang Luar Negeri Pengurus Besar PBSI, anggota IBF, Duta Nasional UNDP untuk Indonesia) dan Drs H Asrul Sani (Budayawan).

Bintang Mahaputra Pratama diberikan kepada Des Alwi Abubakar (tokoh Angkatan 1945 dan pelaku sejarah 10 November 1945), Mely Tan Giok Lan (Ahli Peneliti Utama Puslitbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, anggota Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan) dan Prof Drs H Muhammad Tahir Djide (pelatih fisik Pengurus Besar PBS, Guru Besar FPOK UPI Bandung). Bintang Mahaputra Nararya diberikan kepada Dra Soemartini (mantan Kepala Arsip Nasional RI) dan Cut Djariah Azwar alias Cut Nyak Manyak Keumala Putrie (istri almarhum Teuku Hamid Azwar, pelopor dan pendiri Central Trading Corporation di Bukittinggi).

Sedangkan Bintang Jasa Utama diberikan kepada KHA Shohibulwafa Tadjul Arifin (Sesepuh Pondok Pesantren Suralaya Tasikmalaya, Jawa Barat), Dr Elizabeth Anita Widjaja (Ahli Peneliti Utama Bidang Spermatophyta Puslitbang Biologi LIPI), Dr H Soekarman Kartosedono MLS (mantan Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional RI) dan Dato Zainal Abidin Alias (Mantan Dubes Indonesia untuk Malaysia).

Bintang Jasa Pratama diberikan kepada R Rulany Indra Gartika Rusady Wirahadi Tenaya (dikenal dengan nama Ully Sigar Rusady, Pemimpin Umum Yayasan Garuda Nusantara Jakarta), Ny Soejetty Wardhanto SAH (mantan Sekretaris Jenderal Depkumdang), Sjamsiah Achmad MA (penasihat Senior Gender dan Iptek LIPI), JT Sukotjo Atmodjo (mantan Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama) dan Stephen J Woodhouse (Kepala Perwakilan Badan PBB UNICEF untuk Indonesia dan Malaysia). Sementara itu Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada Prof Dr H Ahmad Mattulada (mantan Guru Besar Universitas Hasanuddin).

Dalam sambutannya, Presiden antara lain mengatakan tanda-tanda kehormatan ini diberikan karena jasa-jasa mereka kepada nusa dan bangsa, bukan karena kedekatan dengan siapa pun. Dikatakan pula tnada-tanda ini diberikan bukan untuk berbangga-bangga. (osd/gun)


Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia

 

Home | Go | Asmak Malaikat | English Version