|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Media Indonesia, 17 November 2000 | |
Dongeng Pengaruhi Moral Anak |
|
JAKARTA (Media): Jumlah penutur dongeng atau pendongeng makin minim sehingga kegiatan mendongeng makin berkurang dan akhirnya anak mengalami degradasi moral. Pakar cerita anak Dr Murti Bunanta mengatakan pada dasarnya dongeng mampu membantu membentuk moral anak. "Karena anak sekarang kurang didongengi, akibatnya banyak dari mereka yang sering berbuat negatif, misalnya tawuran," katanya di sela jumpa pers Festival Mendongeng Kelompok Pecinta Buku Anak (KPBA) di Jakarta, belum lama ini. Menurut dosen di Fakultas Sastra UI itu, seharusnya dongeng sudah ditanamkan sejak dini dalam pendidikan anak. Sebab tujuan mendongeng tidak hanya menghibur, mendidik, dan meningkatkan minat baca, tetapi juga mampu menanamkan moral yang baik. "Di setiap cerita dongeng, temanya selalu mengandung pesan moral," ujar penulis cerita anak yang salah satu karyanya meraih hadiah Janusz Korczak International Literary Prize. Murti menengarai minimnya pendongeng disebabkan karena tidak adanya kurikulum dalam pendidikan calon guru yang menempatkan dongeng sebagai salah satu mata pelajaran. "Padahal seharusnya, guru diharapkan mempunyai ketrampilan untuk mendongeng," ujarnya. Kondisi ini berbeda dengan negara lain, seperti Amerika Serikat. Menurut salah seorang pendongeng, Anne Pellowski yang bakal menunjukkan keahliannya di Festival yang diadakan 18 dan 19 November mendatang, mendongeng amat populer di Amerika. Bahkan, mendongeng sudah menjadi pekerjaan yang profesional. Sementara itu, pengamat sastra Melayu dan Indonesia dari Institut Diraja untuk Kajian Linguistik dan Antropologi Leiden, Belanda, GL Koster mengatakan cerita tentang binatang yang menjadi bagian dari sastra Melayu lama janganlah dianggap remeh. "Banyak di antaranya yang mengajarkan kebajikan. Selain itu, terkadang mengandung ungkapan ataupun paparan peristiwa politik pada masanya," tutur Koster dalam sebuah diskusi tentang sastra lama yang diselenggarakan untuk mengenang jasa-jasa Paus sastra Indonesia (alm) HB Jassin terhadap perkembangan dunia sastra nasional di TIM, Rabu (15/11). (EA/CR-6/B-2) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|