|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Kompas, 1 Juni 2001 | |
Perpustakaan Kebutuhan Utama Masyarakat Modern |
|
Jakarta, Kompas Perbedaan masyarakat modern dan pramodern, antara lain terletak pada kemelekbudayaan yang bersumber pada aksara. Oleh karena itu, untuk menjadi masyarakat modern kita harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap segala jenis perpustakaan dan pusat-pusat dokumentasi. "Perpustakaan dan pusat dokumentasi merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat modern, tempat kita semua bisa mendapatkan gambaran (tentang) perkembangan pemikiran masyarakat," kata Prof Dr Sapardi Djoko Damono, guru besar Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI), ketika menyampaikan orasi budaya pada acara "Mengenang Setahun Wafatnya HB Jassin", di Jakarta, Rabu (30/5) malam. Kegiatan yang diadakan bertepatan dengan syukuran 24 tahun diresmikannya Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin itu juga ditandai dengan peluncuran buku HB Jassin: Harga Diri Sastra Indonesia yang dieditori Drs Oyon Sofyan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari berbagai kalangan untuk mengenang kiprah almarhum HB Jassin dalam jagat sastra Indonesia. Segala usaha untuk menyebarluaskan kemelekhurufan atau kemelekbudayaan, demikian Sapardi, bila tanpa diikuti usaha mendirikan perpustakaan atau pusat-pusat dokumentasi akan sia-sia belaka. Sebab, pada dasarnya masyarakat yang sudah pernah dikenalkan pada huruf akan mencari huruf untuk memuaskan keingintahuannya, terutama menyangkut informasi dalam berbagai bidang. "Dalam hubungan ini, aksara telah mengubah kelisanan menjadi keberaksaraan; suatu situasi ketika apa yang kita pikirkan dan bayangkan terekam dalam benda budaya yang bisa dicek kembali untuk pengembangannya," tutur mantan Dekan FSUI yang juga dikenal sebagai penyair ini. Aman dan praktis Dalam pandangan Sapardi, hingga sejauh ini perpustakaan dan pusat dokumentasi masih merupakan tempat penyimpanan informasi yang paling aman dan praktis. Oleh sebab itu, usaha untuk mengembangkan perpustakaan dan pusat-pusat dokumentasi, seperti Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, harus terus disokong oleh berbagai pihak. "Pada hemat saya, harus ada perpustakaan terlebih dahulu sebelum kita mengharapkan masyarakat melek huruf atau melek budaya, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, pandangan bahwa perpustakaan tidak diperlukan karena masyarakat belum mempunyai kebiasaan membaca adalah pandangan yang aneh," kata Sapardi. Mengingat kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk memikirkan pengusahaan perpustakaan, bahkan bagi sekolah sekalipun, maka dana dari masyarakat sangat diperlukan untuk mengembangkannya. Tanpa usaha ke arah itu, demikian Sapardi, bisa saja nanti kita harus pergi ke pusat-pusat dokumentasi di negara lain hanya untuk mendapat informasi mengenai diri kita sendiri. (jup/ken) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|