|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Bali Post, 18 Mei 2001 | |
Perpustakaan Simpan Ratusan Buku Berhaluan Kiri |
|
Mataram (Bali Post) - Perpustakaan nasional sejak lama sudah menyimpan ratusan buku-buku yang dianggap berhaluan kiri. Namun tidak sembarang orang bisa meminjam buku tersebut, harus diseleksi terlebih dahulu alias tidak untuk semua orang. Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI, Dra. Sri Sularsin, di sela-sela pembukaan pameran buku regional di Perpusnas NTB, Kamis (17/5) kemarin. Pameran buku dirangkaikan pula dengan pameran koleksi buku Harun Al-Rasyid, serta pembukaan taman bacaan dan kegiatan sarasehan tentang minat baca masyarakat. Hadir pada acara tersebut Sekwilda NTB, Drs. H. Abdul Kadir, yang mewakili Gubernur, Kepala Perpustakaan Nasional NTB, Drs. I Wayan Rateng Arimbawa, Bupati Lotim H. Syahdan dan Bupati Sumbawa Drs. Latif Madjid. Sebagaimana dilansir harian ini, buku-buku yang dianggap berhaluan kiri di antaranya sebagian besar karya sastrawan Pramoedya Ananta Tour dengan judul ''Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa'', ''Jejak Langkah'', ''Sang Pemula'', ''Rumah Kaca''. Buku berhaluan kiri ini ditengarai melanggar UUD 45, Pancasila dan Tap MRPS/XXV/1966 sehingga dilakukan pembakaran dan sweeping di berbagai toko buku di sejumlah kota besar oleh kelompok masyarakat. Menurut Sularsin, pihak perpustakaan harus menyimpan buku jenis apa pun, sepanjang buku itu sarat dengan nilai-nilai ilmu pengetahuan. Dalam pandangan perpustakaan, sepanjang ada nilai yang terkandung, apa pun jenisnya, berhaluan kiri maupun kanan, tetap menjadi bagian yang dikoleksi perpustakaan. ''Sebaliknya kalau semua buku dimusnahkan kita tidak bisa belajar dari sejarah. Karena suatu ketika kita perlu referensi dari buku-buku itu,'' ujarnya. Menjawab sweeping dan pembakaran yang dilakukan sekelompok masyarakat di beberapa kota, ia mengatakan, itu sudah berada di luar jangkauan perpustakaan. Yang jelas, dalam mekanismenya, buku beredar terlebih dahulu. Persoalannya kalau semua harus diseleksi (apakah ia berhaluan kiri) akan membuat peredaran informasi dalam buku tersebut menjadi lambat. Padahal informasi yang hendak dipaparkan harus cepat disebarluaskan. Sularsin pun tidak setuju dengan adanya aksi pembakaran terhadap buku berhaluan kiri, kecuali dilakukan upaya pengamanan di suatu tempat. Ketidaksetujuan itu disebabkan kemungkinan adanya perubahan pada masa yang datang. Sebagai contoh, suatu saat bisa saja karya-karya Pramoedya diizinkan. Apakah perpustakaan sendiri memiliki kriteria tentang buku berhaluan kiri, ia justru mengatakan tidak ada kriteria tentang hal tersebut. Semua isi buku yang masuk ke Indonesia ditangani Dewan Pertimbangan Nasional. ''Kalau buku sudah terbit DPN memeriksa sehingga diketahui isinya,'' cetusnya. Tentang pengawasan terhadap penerbit di Indonesia, ia mengatakan hal itu di luar kewenangan perpustakaan nasional. Secara kuantitatif, masyarakat Indonesia masih kekurangan buku. Di sisi lain, peredaran buku di pasaran baru mencapai 10 persen. Terhadap buku porno, apakah perpustakaan juga menyimpannya sebagai koleksi, Sri Sularsin mengatakan tidak. (045) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|