|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Bisnis Indonesia, 18 Mei 2001 | |
Pemerintah perlu tingkatkan produksi dan peredaran buku |
|
JAKARTA (Bisnis): Jumlah buku dan penerbit selama krisis anjlok 50% karena itu peningkatan produksi buku dan perluasan peredarannya merupakan suatu urgensi yang harus ditangani segera, kata Fuad Hasan kemarin. Pakar pendidikan dan perbukuan itu menyatakan keheranannya tentang penurunan produksi buku dari sekitar 6.000 judul/tahun sebelum krisis menjadi tinggal 3.000 judul/tahun pada April 2001. "Kalau menurunnya jumlah buku yang diterbitkan per tahun karena kurangnya karya asli yang siap cetak, maka tidak ada salahnya jika menerbitkan terjemahan karya penulis asing," ujarnya kemarin. Mantan Mendikbud itu berbicara dalam orasi Catatan tentang Budaya Baca yang disampaikan pada HUT ke-51 Ikapi. Dia menambahkan memang sulit dimengerti jika ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa selalu diutamakan, tapi jumlah buku yang diproduksi justru makin menurun. Kondisi perbukuan Indonesia sekarang makin memburuk, lanjut Fuad, dengan data sebuah artikel tentang Senjakalanya Budaya Baca yang mengungkapkan hanya 1% dari sekitar 200.000 Sekolah dasar yang memiliki perpustakaan standard. Bahkan, katanya, dari sekitar 70.000 SLTP hanya 36% yang memiliki perpustakaan srandard dan dari sekitar 14.000 SMU hanya 54% yang memiliki fasilitas itu. Pada 70.000 desa dan 9.000 kecamatan ternyata tidak lebih dari 0,5% yang memiliki perpustakaan standard, sedang pada 4.000 perguruan tinggi hanya 60%. "Memperhatikan fakta merosotnya produksi buku dan sangat terbatasnya jumlah perpustakaan, maka belum ada iklim kondusif bagi berseminya budaya baca di masyarakat," jelasnya. Fuad menilai tampaknya budaya baca baru menggejala di kalangan yang amat terbatas dalam masyarakat, sehingga membaca buku terkesan masih eksklusif bagi kalangan tertentu. "Padahal, dengan meningkatnya arus informasi secara kuantitatif dan kualitatif dewasa ini, perbedaan peluang memperoleh info bisa berakibat kesenjangan yang memilah masyarakat jadi dua golongan," ujarnya. Dua golongan itu, dijelaskan Fuad adalah warga yang diuntungkan dari keleluasaan akses terhadap sumber informasi dan mereka yang dirugikan karena sangat terbatasnya akses itu. Dalam kesempatan yang sama, Ikatan Penerbit Indonesia tengah mengupayakan perluasan pasar buku dalam negeri ke manca negara di tengah terpaan krisis, ungkap ketua umumnya Arselan Harapan. "Masih tersedia pasar potensial dari produksi buku Indonesia di luar negeri, bahkan kini tengah diupayakan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memproduksi buku bermutu dari pengarang baru," tandasnya. Para penerbit di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam juga sepakat membentuk Forum Kerjasama Penerbit Serantau untuk memberi dampak menyeluruh pada perkembangan bahasa dan sastra Melayu/Indonesia. Fokeps itu berfungsi mengembangkan aktivitas penerbitan bahasa Melayu/Indonesia di peringkat perantau dengan cakupan bidang usaha promosi, penerbitan buku, lalu lintas buku, hak cipta dan minat baca. (tri) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|