Gratis Attunement dari Master Rama Narendra

Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo)

Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin.

Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>


 

 

Arsip Artikel Perpustakaan dan

Buku Terbitan Indonesia

 

Kompas, 18 Juli 2001

Home | News Archives


Program Beasiswa Asing Rugikan Peneliti Indonesia


Program kerja sama riset dan beasiswa antara Indonesia dengan berbagai negara di luar negeri, selama ini cukup banyak merugikan peneliti yang mengikuti program terkait. Ketika yang bersangkutan menemukan suatu inovasi baru, mereka dinyatakan tidak berhak atas royalti dari penemuannya itu. Hal tersebut sepenuhnya milik lembaga asing yang mengeluarkan dana penelitian dan beasiswa.

Oleh karena itu, pemerintah hendaknya membuat aturan perjanjian bilateral dengan mitra asing, dalam kaitan program seperti itu. Ini untuk melindungi hak peneliti Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Perdayagunaan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan Standardisasi Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) Drs Chandra Manan Mangan MSc mengungkapkan itu, dalam jumpa pers tentang Kebijakan KMNRT tentang sistem pembagian royalti dan penetapan peringkat pranata penelitian dan pengembangan di Jakarta, Senin (16/7).

Menurut Chandra, selama ini lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia banyak memperoleh dana hibah, melalui kerja sama riset dan program beasiswa dengan lembaga di luar negeri-antara lain dengan Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa.

"Dalam program itu, penemu kita tidak mendapat apa-apa dari hasil penemuannya. Mereka jelas dirugikan. Namun, pemerintah kita belum menyentuh masalah ini," urai Chandra. Kenyataannya, tambah Chandra, dalam pemberian dana penelitian oleh pihak asing disyaratkan bahwa royalti hasil penemuan dimiliki sepenuhnya hak lembaga asing.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihak lembaga penelitian dan perguruan tinggi harusnya jeli melihat perlindungan apa yang bisa diterapkan dalam kerja sama seperti itu. "Peneliti juga harus sensitif soal HaKI dalam program beasiswa," paparnya.

Diakui Chandra bahwa dalam kaitan ini peneliti sebenarnya bisa memperjuangkan haknya secara individu. Sebagai contoh ia mengungkapkan hasil penelitian seorang peneliti BPPT yang melakukan penelitian di Jepang. Yang bersangkutan, katanya, berhasil menemukan alat pengukur dengan sistem laser dan berhasil pula memperoleh bagian royalti dari penerapan alat tersebut di industri. (yun)  


Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com

 

Home | Go | Asmak Malaikat | English Version