Gratis Attunement dari Master Rama Narendra

Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo)

Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin.

Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>


 

 

Arsip Artikel Perpustakaan dan

Buku Terbitan Indonesia

 

Harian Ekonomi Neraca, 30 Agustus 2001

Home | News Archives


Di Bidang Teknologi Informasi Indonesia Cuma Ungguli Afrika


Jakarta, NERACA - Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menyebabkan negara berkembang makin tertinggal dalam era gelombang ketiga yang mengandalkan internet dan hubungan tanpa kabel (wireless) saat ini.

Akibat keterlambatan mengantisipasi digital divide (kesenjangan digital) itu, di bidang teknologi informasi (TI) Indonesia memang lebih maju ketimbang umumnya negara Afrika, tapi keok di ASEAN (Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara).

Kecenderungan melebarnya kesenjangan digital erat kaitannya dengan pendapatan per kapita. Indonesia--sejak diterpa krisis ekonomi 1997 sampai sekarang--dan sebagian terbesar negara Afrika, termasuk negara yang pendapatan per kapitanya rendah.

"Negara lebih kaya lebih mampu mengembangkan TI," kata Direktur Eksekutif NAM-CSSTC (Gerakan Nonblok-Pusat Kerja Sama Teknis Selatan-Selatan) Omar Halim, di Jakarta kemarin.

Menurut Omar, di bidang ICT ini ada negara yang masih at the basic level (tingkat dasar), kebanyakan di Afrika, seperti Sudan, Madagaskar, dan Eritrea (negara yang baru merdeka 6 tahun lalu dari Ethiopia), sedangkan Uganda dan Zambia sedikit lebih maju ketimbang mereka. Indonesia, katanya, lebih maju daripada umumnya negara Afrika tapi tertinggal dikawasan ASEAN. "Kecuali, Laos kurang maju," tukasnya.

Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand, menurut Omar Halim, malah terbilang advance (matang) di bidang ICT. "Mereka tidak hanya punya teknologi canggih, tapi juga program komprehensif," ujarnya.

Omar mengatakan, Malaysia telah membuat Multimedia Supercoridor di Lembah Jaya (semacam lembah silikon, Red). Bahkan, pemerintahan negeri jiran ini mulai menjurus ke e-government.

"Dari 900 kantor pemerintah, 700 di antaranya sudah computerized yang mengarah pada paperless system," kata Halim.

Sedangkan Brunei telah "insaf" bahwa pada masa mendatang sumber minyaknya bakal habis, sehingga ICT harus segera dikembangkan dengan modal besar yang dimilikinya. Thailand mengembangkan e-business dan e-commerce.

Uganda berencana mendirikan telecenter (pusat informasi dan komunikasi berbasis internet, Red) di desa-desa. Pimpinan Delegasi Uganda untuk pertemuan para ahli ICT kedua (expert meeting II) NAM-CSSTC di Jakarta pada 27-29 Agustus ini, Godfrey Kibuuka menambahkan, saat ini, telecenter (seperti warung internet, Red) baru ada di kota-kota.

"Masalahnya terletak pada uang, pengembangan ICT butuh dana besar," katanya kepada Neraca saat rehat pertemuan itu di Jakarta, kemarin.

Untuk mempersempit kesenjangan digital itu, NAM-CSSTC merekomendasikan e-leadership, yakni raja, perdana menteri, atau presiden harus mendukung pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, baik berupa dana, perlengkapan, maupun pelatihan sumber daya manusia. (bys)


Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com

 

Home | Go | Asmak Malaikat | English Version