|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Kompas, 22 Juni 2000 | |
Pengunjung Perpustakaan Nasional Naik 70 Persen |
|
Tahun ini pengunjung Perpustakaan Nasional meningkat hingga 70 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan pengunjung ini dinilai karena masyarakat mulai dapat merasakan manfaat perpustakaan, terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMU. Hal ini diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional Hernandono, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (21/6). "Sebagian besar mahasiswa dan pelajar memanfaatkan buku-buku koleksi perpustakaan nasional untuk menyelesaikan tugas akhir, seperti karya tulis maupun skripsi," ujarnya. Hernandono mengungkapkan, saat ini Perpustakaan Nasional memiliki 1,2 juta judul buku, namun sekitar 60 persennya ditulis dalam bahasa asing. Selain mengoleksi buku, perpustakaan nasional sejak tahun 1995 juga mengoleksi berbagai informasi dengan peralatan komputer multimedia. Koleksi lainnya adalah film, kaset, koran, majalah terbitan nasional. Menurut Hernandono, Perpustakaan Nasional saat ini masih berupaya mencari jalan keluar untuk mengatasi kekurangan anggaran yang sedang berjalan. Alokasi dana yang disediakan untuk tahun 2000 nilainya setengah dari alokasi dana DIP tahun 1999/2000. "Oleh karena itu, Perpustakaan Nasional harus melakukan prioritas program," katanya. Prioritas program pembangunan yang dilakukan seperti mengembangkan koleksi Perpustakaan Nasional baik di pusat maupun propinsi. Program lanjutan yang diteruskan, antara lain, pendidikan perpustakaan, pembangunan gedung deposit perpustakaan dan perluasan gedung perpustakaan di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Usaha lain yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan anggaran dengan melakukan kerja sama di bidang perpustakaan dengan instansi/lembaga lain, baik negeri maupun swasta di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan untuk rencana anggaran tahun 2001, sudah diusahakan dana pendamping dari pinjaman luar negeri. Dana pendamping itu diperolah dari Bank Dunia melalui program Learning Inovation Loan (LIL). Dana LIL sebesar lima juta dollar Amerika ini dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan umum, perpustakaan rumah ibadah dan perpustakaan sekolah di tiga propinsi, yaitu Nusatenggara Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. "Ketiga propinsi ini dipilih karena merupakan daerah yang paling siap untuk melakukan program LIL. Sedangkan propinsi lain ada yang menolak karena merasa lebih mampu untuk membiayai sendiri," katanya. (mam) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|