Gratis Attunement dari Master Rama Narendra

Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo)

Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin.

Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>


 

 

Arsip Artikel Perpustakaan dan

Buku Terbitan Indonesia

 

Suara Karya, 22 November 2000

Home | News Archives


'eBook', Buku Elektronik Untuk Jutaan Judul


Buku elektronik (electronic book, ebook) pada prinsipnya hanyalah distribusi dari apa yang termuat dalam sebuah buku ke dalam bentuk digital. Internet memberi darah segar pada geliat hidup teknologi yang satu ini dengan kemudahan akses, interaktivitas dan keluasan ruang lingkup. Dalam pengertian ekstrinsik yang paling sederhana tersebut, buku elektronik hampir sama dan sebangun dengan media massa online yang selama ini sudah akrab dengan Anda dalam segala bentuknya, baik itu majalah, jurnal, harian atau sekedar situs Web biasa. Yang memberi nuansa buku adalah bahwa secara intrinsik, misalnya meliputi bahasa, format penyajian, ruang lingkup dan kadar keilmiahan, tak berbeda dengan buku-buku yang selama ini kita kenal dalam bentuknya yang konvensional. Yang paling menonjol tentu saja kenyataan bahwa buku elektronik memberi keleluasaan tak terbatas bagi buku-buku yang tidak dapat diterbitkan dalam edisi cetak karena ketebalan yang berlebihan, dan termasuk pula buku-buku konvensional yang susah diwujudkan dalam bentuk buku cetak komersial, misalnya buku yang lebih bersifat brosur, manual, buklet dan lainnya.

Fleksibilitas buku elektronik juga menyangkut format file yang didistribusikan. Siapa diantara Anda yang belum pernah bersentuhan dengan HTML, PDF dan RTF? Penerbit buku elektronik pada umumnya menyediakan dagangan digital mereka dalam ketiga bentuk tersebut. Anda tinggal menggunakan kebebasan yang ada untuk memilih.

Ketiga format yang ditawarkan tersebut merupakan jaminan readability dari sebuah buku elektronik. Menunggu pula sederet kemudahan lain, yaitu kemudahan penelusuran (searchability), manipulasi terhadap jenis dan ukuran huruf yang dipakai, kemudahan penyalinan, akses langsung ke thesaurus, dan sebagainya.

Penggunaan HTML dan XML sebagai platform juga memungkinkan sebuah buku elektronik berkarakter sebagai buku multimedia yang memungkinkan kita menikmati gambar dan suara sebagai ganti ilustrasi visual statis yang biasa kita temukan dalam edisi cetak. Dengan melihat format file yang disediakan sebuah buku elektronik, Anda dapat segera langsung menebak piranti macam apa yang harus digunakan. PC tentu saja bisa, tapi pengguna Mac dan piranti handheld seperti PDA, palmtop dan palm-PC juga tak perlu khawatir.

Fleksibilitas ini tak berhenti di sini saja. Para pencetusnya merasa bahwa buku elektronik harus memiliki ciri khas. Membaca buku elektronik melalui PC misalnnya, mungkin akan terasa seperti mengangkut seekor ayam dengan truk tronton, meski hal itu tak dilarang.

Melihat keadaan ini, kalangan industri yang tanggap segera mendorong terciptanya pasar dengan membanjiri toko-toko dengan piranti-piranti khusus untuk membaca buku elektronik ini dengan berbagai macam model. Umumnya mereka berusaha keras menghadirkan suasana dan sensasi memegang buku sebagaimana biasa kita lakukan. Hal seperti ini juga bisa dipenuhi: dapat masuk dalam tas yang relatif kecil, ringan, dan bisa dibawa ke mana saja.

Meski demikian, dialektika tuntutan konsumen memang tak pernah putus. Mereka pada umumnya merasa bahwa perangkat pembaca yang ada di pasaran belum cukup untuk menghadirkan sensasi memegang lembaran-lembaran kertas. Dan tuntutan ini pun berlomba dipenuhi oleh kalangan industri.

Ada beberapa teknologi yang bersaing untuk menunjukkan keunggulannya masing-masing dengan pendekatan berbeda. Ada yang mencoba bermain dengan sisi kertasnya, ada yang mencoba mencernamti sisi tintanya.

Palo Alto Research (Parc) langsung mengusung teknologi ePaper dengan produk andalanya adalah Gyricon, selembar plastik yang tersusun atas jutaan partikel tipis yang agak mirip dengan serbuk toner yang terdapat pada tinta laser. Partikel tersebut mempunyai dua sisi, hitam dan putih. Masing-masing menempel dengan renggang pada cavity, sehingga bisa diputar balik oleh arus elektromagnetik dan menyusun tulisan.

Lucent Bell Labs memilih memfokuskan diri pada tinta yang digunakan untuk menulis pada piranti buku elektronik. Mereka berniat menggantikan teknologi yang digunakan pada Rocket Book yang masih berbasis silikon (juga) dengan plastik. Mereka mengklaim penggunaan plastik akan menekan biaya sampai 100 kali lipat. Bell menyebut teknologinya eInk, yaitu berupa cairan berwarna yang terdiri atas jutaan ruang yang disebut mikrokapsul.

Mikrosoft, yang tak mau ketinggalan, menampilkan ClearType, sebuah teknologi untuk mengakali tampilan pada layar LCD sehingga tampak lebih menyerupai tulisan di atas kertas.

Sebagai pendatang baru, buku eletronik memang masih carut marut, terutama menyangkut teknologi software dan hardware yang digunak an. Dalam situasi ini, kalangan industri umumnya lebih memilh jalan akomodatif dan merapatkan barisan untuk membuat standarisasi tersendiri bagi buku elektronik. Sampai sekarang, rembug para partisipan yang terdiri lebih dari 50 perusahaan besar ini telah menelurkan Open eBook Specification (OEB) 1.0 yang dirilis pada 29 September 1999.

Spesifikasi ini menentukan struktur, format dan transfer file untuk memastikan agar isi bisa dibaca melalui semua sistem pembacaan yang OEB-compliant. OEB sendiri menitik beratkan pada penggunaan HT dan XTML sebagai bahasa yang sudah umum dikenal dan bersifat publik. Tepatnya, OEB 1.0 menggunakan banyak semantik HTML yang sudah dikenal, hanya saja dengan sintaksis XML.

Iming-iming fleksibilitas dan luasnya area cakupan yang dijanjikan buku elektronik tak pelak lagi merupakan hal menarik dalam menggunakan internet sebagai peluang bisnis. Kemudahan distribusi buku semacam ini akan menguntungkan siapa pun yang selama ini menghadapi banyak tantangan untuk menerbitkan karya tulisnya, baik karena soal mutu maupun kendala nonteknis lainnya.

Anda dapat dengan mudah mengarang buku dan mendistribusikannya sendiri melalui internet. Modal awal, berupa biaya produksi dan distribusi, yang untuk menerbitkan sebuah buku selama ini mereka yang ingin terjun ke bisnis ini terhapuskan sudah. Yang menjadi tugas adalah bersaing sebaik mungkin dalam soal mutu.

Kendati demikian, bukan berarti jalan yang akan dihadapi di masa depan sudah mulus-mulus saja. Ancaman laten yang akan terus menghantui adalah masalah hak cipta. Dengan isi digital dan distribusi elektronik, terbuka celah yang sangat lebar bagi kemungkinan terjadinya penyalinan tidak sah atas hasil karya ini. (Ponco Wijaya, dari Bambang Irawan, InfoKomputer 11/2000)


Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia

 

Home | Go | Asmak Malaikat | English Version