|
Melestarikan ajaran spiritual Asmak Malaikat warisan Sunan Muria (Wali Songo) Berguna untuk penyembuhan, keselamatan, percaya diri dan ketentraman batin. Terbuka untuk semua orang, Sudah Terbukti..!! Click disini>>
Arsip Artikel Perpustakaan dan Buku Terbitan Indonesia
|
|
|
| Kompas, 23 Mei 2000 | |
Rendah, Minat Masyarakat Manfaatkan Perpustakaan |
|
Minat masyarakat memanfaatkan perpustakaan masih sangat rendah. Hingga kini keberadaan perpustakaan masih dipandang hanya sebatas ada, seperti vitamin, yang boleh tersedia atau tidak. "Itu mengakibatkan kuantitas dan kualitas perpustakaan di Indonesia masih jauh dari harapan. Padahal, dalam proses memajukan pendidikan di Indonesia keberadaan perpustaaan begitu penting," kata Kepala Perpustakaan Nasional RI Hernandono di Jakarta, akhir pekan lalu. Deputi Pembinaan Perpustakaan Nasional Rachmat Natajumene menambahkan, perpustakan yang terdapat di sekolah-sekolah maupun institusi pemerintah dan swasta masih sedikit. Sedikitnya jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia itu sungguh ironis, mengingat kedudukan perpustakaan begitu penting dalam memberikan segala informasi bagi masyarakat. "Hal terburuk adalah bila terbatasnya informasi itu dialami oleh para siswa, karena akan menjadi salah satu penyebab kegagalan pendidikan di Indonesia," kata Rachmat. Dalam pandangan Rachmat Natajumene, selama ini pengajar hanya sebatas memberikan pelajaran kepada siswa tanpa siswa mengetahui unsur pentingnya, yaitu unsur "bagaimana" dan "mengapa" dari setiap pelajaran yang didapat. Dalam konteks ini, maka perpustakaan dapat digunakan untuk memperoleh informasi mengenai "bagaimana" dan "mengapa" dari pelajaran yang diterimanya itu. Menyikapi rendahnya tingkat penggunaan terhadap perpustakaan, Perpustakaan Nasional yang berulang tahun ke-20 pada 17 Mei lalu terus berupaya menjadikan perpustakaan agar dikenal dan disenangi masyarakat. Hal ini sesuai dengan misi, visi dan tujuan yang diemban oleh Perpustakaan Nasional dalam mencerdaskan bangsa Indonesia. Salah satu upaya yang ditempuh Perpustakaan Nasional adalah dengan menggalang kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan beberapa perguruan tinggi, misalnya, dengan membentuk Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Forum Komunikasi Perpustakaan Sekolah. Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional mengakui, masih ada pendapat dan pandangan "miring" masyarakat terhadap Perpustakaan Nasional. Misalnya, keluhan masyarakat atas perlakuan yang kurang simpatik dari petugas, berbelit-belitnya birokrasi yang menyulitkan pemanfaatan koleksi di Perpustakaan Nasional, serta layanan yang kurang cepat. Menurut Hernandono, semua itu ditanggapi sebagai kritik dan itu perlu untuk mengubah layanan menjadi lebih efisien dan lebih baik. (aa) |
|
Kumpulan Artikel Tentang Perpus & Resensi Buku Terbitan Indonesia |
|
|
Home | Go | Asmak Malaikat | English Version
|