Antre Cengkeh
[ Previous ]
[ Next ]
Kehadiran BPPC telah membalik gaya hidup petani cengkeh di Sulawesi
Utara. Kalau dulu para pengusaha yang mendatangi mereka, kini para petani
harus antre menyetor cengkeh kepada BPPC pada musim panen. Begitu panjangnya
antrean, membuat para petani yang sejak pagi hendak menyetor cengkeh jadi
blingsatan. "Ini semua gara-gara Tommy," ujar seorang petani. "Ya, lihat
saja sudah dari pagi kita antre, tapi tidak beranjak maju," sahut yang
lain. "Kalau, gitu, kita bunuh saja Tommy!" kata yang lain. "Yal Kita bunuh
dia!" ujar yang lain lagi. "Bunuh Tommy! Bunuh Tommy!" seru para petani
ramai-ramai.
Akhirnya dari musyawarah dadakan itu. salah seorang lantas diutus terbang
ke Jakarta dengan mosi: membunuh Tommy. Tiga hari lewat sudah. Utusan itu
pulang dan segera menjumpai rekan-tekannya, yang ternyata masih berada
di tempatnya mengantre. Dengan antusias rekan-rekan petani cengkeh itu
menanyakan hasilnya. "Gimana? Sudah dibunuh?"
Dengan lesu, si utusan menjawab: "Percuma antrean orang yang mau membunuh
Tommy ternyata lebih panjang dari antrean ini."
[ Daftar isi ]
[ Next ]