Benazir Bhutto dan
Tutut
[ Previous ]
[ Next ]
Mbak Tutut, anak Soeharto, sangat ambisius sekali untuk menjadi pemimpin
negara, walaupun kemampuannya hanya begitu-begitu saja. Saking ambisinya,
Tutut berusaha menghubungi orang-orang beken dunia untuk dimintai nasehat.
Yang menjadi pilihan Tutut untuk dimintai nasehat adalah perdana menteri
wanita Pakistan, Benazir Bhutto.
Pada konsultasi yang pertama melalui telepon, Tutut bertanya, "Mbak
Benazir, coba tolong saya, bagaimana sih caranya untuk bisa menjadi presiden."
"Oh, itu mudah," ujar Benazir, "coba Mbak Tutut memakai kacamata seperti
saya."
Tutut segera melaksanakan nasehat Benazir, memakai kacamata. Namun sudah
sebulan menggunakan kacamata, tetap tidak dipilih mejadi presiden. Terus
dia telepon lagi Benazir.
"Mbak Benazir, gimana nih," kata Tutut, "masak saya sudah memakai kaca
mata, kok masih belum dipilih juga menjadi presiden."
"Oh, memang masih ada syarat yang lainnya sih," ujar Benazir, "coba
Mbak Tutut memakai kerudung seperti saya."
Tutut segera melaksanakan nasehat Benazir, memakai kerudung. Ternyata
berhasil, sesudah sebulan menggunakan kerudung, Tutut akhirnya diangkat
menjadi menteri lauk-pauk (= menteri Soksial). Namun dasar rakus dan ambisius,
Tutut tetap ingin mejadi presiden. Terus dia telepon lagi Benazir.
"Mbak Benazir, gimana nih," ujar Tutut di telepon, "masak saya sudah
berkacamata dan berkerudung seperti Mbak Benazir, tetapi kok saya cuma
dipilih jadi menteri. Gimana sih syaratnya supaya jadi presiden."
Dengan agak sungkan Benazir menjawab, "Memang sih, masih ada syarat
yang lain, cuma yang ini paling berat dan mungkin anda tidak mampu melaksanakannya!"
Tutut karena penasaran dan ambisius, dengan semangat berapi-api bertanya
lagi, "Ayo donk Mbak Benazir, katakan saja syarat itu, saya pasti akan
melaksanakannya."
Benazir Bhutto tetap saja sungkan memberitahukan syarat yang terakhir
itu, namun karena didesak oleh Tutut berkali-kali, akhirnya Benazir berkata,
"Begini dik Tutut, supaya anda dapat menjadi presiden, anda harus mengikuti
langkah saya yaitu bapak anda harus digantung seperti yang dialami bapak
saya."
[ Daftar isi ]
[ Next ]