Cita-cita
[ Previous ]
[ Next ]
Soeharto sedang mencari udara segar dengan sejumlah orang cucunya di
Tapos di lereng Gunung Salak.
"Nah," ia bertanya kepada seorang cucunya yang masih kecil yang beberapa
waktu lalu muncul mengaji di TV, "Sudah tahu engkau, apa yang engkau cita-citakan
untuk kemudian hari?"
"Presiden Republik Indonesia," jawab anak Bambang Tri tersebut.
"Ah, sayang sekali itu tak mungkin, karena menurut undang-undang hanya
selalu ada satu presiden, dan itu adalah Eyang sendiri."
[ Daftar isi ]
[ Next ]