Jangan di Depan Umum
[ Previous ]
[ Next ]
Habibie selesai dioperasi jantung dengan sukses di Jerman (habis, di
mana lagi). Dia pulang terbang ke Jakarta dengan Lufthansa. Sampai di bandara
Cengkareng dia lihat, dari jendela pesawat , bahwa sudah banyak para pengagumnya
menanti. Baik dari kalangan KMI mau pun dari BPPT.
Habibie tahu bahwa orang-orang itu sangat mencintainya, sangat mengharapkan
kesehatannya pulih kembali, dan sebab itu dia ingin memberi kesan bahwa
dia punya Gesundheit atawa kesehatan adalah walafiat atawa baik belaka.
Waktu turun dari tangga nesawat, dengan gagah dia loncat dari anak tangga
terakhir, ke tarmac (aspal landasan).
Di barisan depan penyambut ada Nasir Tamara, pengagumnya nomor wahid.
Nasir sangat kaget dan terpesona dengan demonstasi kecil itu, dan datang
memeluk Habibie. "Mein Gott" seru Nasir berdecak.
Habibie pun menjawab sambil berbisik, "Ach, Nasir, ingat ya, kalau di
depan umum panggil saja saya Pak Habibie!"
[ Daftar isi ]
[ Next ]