Keinginan Syarwan
[ Previous ]
[ Next ]
Syarwan sebenarnya tidak tahu apa gerangan nasibnya nanti, setelah ia
pensiun. Tetapi tentu saja ia punya ambisi di hatinya. Pada suatu saat
ia berpuasa tujuh hari dan pantang makan garam dan daging, lalu pergi ke
Gunung Lawu. Pada waktu maghrib, di bawah sebuah pohon rindang, ia memejamkan
mata, berkonsentrasi diri.
Tiba-tiba ia mendengar suara, di belakangnya: "Jangan bersedih, hai
insan. Aku ini seorang peri yang baik. Sebutkan saja tiga permintaan, dan
itu akan saya penuhi asal saja ..."
Syarwan membuka matanya. Di dekatnya nampak seorang perempuan tua berambut
panjang dengan kain hitam legam menutupi tubuhnya yang sudah kisut. Maka
Syarwan pun mengangguk, hormat dan bertanya: "Apa syaratnya agar keinginan
saya bisa dipenuhiya peri?".
"Setubuhi aku," jawab perempuan tua tadi.
Demi untuk mendapatkan semua keinginannya, maka ia pun menjalankan apa
yang diperintahkan. Begitu selesai, sambil mengancingkan celananya kembali,
ia langsung bertanya: "Sekarang, apakah boleh saya mengucapkan keinginanku?"
Sambil menutupkan kain ke tubuhnya perempuan tua itu menatap Syarwan
dan bertanya: "Sebentar, nak. Berapa sekarang umurmu?".
"Limapuluh lima tahun. Kenapa?"
Jawab perempuan tadi dengan kalem: "Sudah tua kok masih percaya ada
peri?"
[ Daftar isi ]
[ Next ]