Kisah Harmoko Waktu
Muda
[ Previous ]
[ Next ]
Waktu Harmoko muda dan cari pekerjaan ke Jakarta, ia mengikut tes untuk
jadi wartawan "Merdeka". Ia dipanggil masuk kedalam, orang yang mengetestnya
adalah Rosihan, temannya. Harmoko lega. Jam itu adalah jam tes kemampuan
berhitung. Karena ini test psikologi, pertanyaannya agak aneh.
Pertanyaan pertama, "Apa yang terbuat dari karet, berbentuk seperti
bakiak, dan dipakai di kaki kiri ketika orang di kamar mandi?,’
Harmoko bingung. Melihat itu Rosihan membisikinya, "Sebuah sandal jepit."
Pertanyaan ke dua, "Apa yang terbuat dari karet, berbentuk seperti bakiak,
dan dipakai di kaki kiri serta di kaki kanan ketika orang di kamar mandi?"
Harmoko kembali bingung. Rosihan kembali membisikinya, "Sepasang sandal
jepit."
Test kemampuan berhitung hari itu selesai. Besoknya Harmoko disuruh
datang lagi. Ia masuk ke ruang ujian, tapi kali ini kecewa, karena yang
menunggui test hari ini bukan Rosihan lagi, melainkan seseorang yang ia
tidak kenal. Dengan agak dag-dig-dug, Harmoko duduk. Hari ini test pengetahuan
umum.
Pertanyaan: Apa yang terletak di Mekah yang menjadi tanda arah bagi
ummat Islam waktu bersembahyang?"
Kali ini Flarmoko tersenyum. Ia sudah tahu jawabnya, "Tiga buah sandal
jepit."
[ Daftar isi ]
[ Next ]