Naskah Proklamasi
[ Previous ]
[ Next ]
Di sebuah desa di Timor Timur, seorang kepala sekolah yang berasal dari
Jakarta baru datang untuk bertugas. Di hari pertama ia bertemu dengan para
murid kelas enam, "Anak-anak, siapa yang menulis dan menandatangani naskah
Proklamasi?" Tapi kelas itu cuma diam. Tidak ada yang menjawab. Pak Kepala
Sekolah kecewa berat karena di antara murid kelas enam di sekolah itu tidak
ada yang tahu nama Bung Karno dan Bung Hatta. Tapi ia tidak bilang apa-apa,
dan baru mengemukakan kekecewaannya ini di depan rapat guru.
Di sore harinya Alfonso Soarez, guru kelas enam, yang cemas jangan-jangan
dia akan dipecat, memanggil muridnya satu demi satu. Kepada setiap murid
dia berkata dengan sungguh-sungguh. "Ini soal naskah proklamasi yang ditanya
Bapak Kepala Sekolah tadi pagi. Sebaiknya kamu mengaku kalau kamu yang
menulis dan menandatanganinya," ujarnya.
[ Daftar isi ]
[ Next ]