Neraka (1)
[ Previous ]
[ Next ]
Setelah mengalahkan rekor berkuasa Presiden Seumur Hidup Soekarno, akhirnya
Soeharto pun tiba pada ajalnya. Mengingat perbuatan Soeharto semasa hidupnya
akhirnya diputuskan bahwa dia harus masuk neraka. Namun mengingat sejumlah
kebaikan dan hal meringankan Soeharto selama hidupnya, seperti membunuhi
musuhnya dengan tersenyum, memiskinkan rakyat dan negerinya dengan dalih
pembangunan hingga aksi konkret memimpin gerakan negara miskin, penjaga
neraka menyilakan Soeharto memilih sendiri jenis siksaan yang harus dijalaninya.
Oleh penjaga neraka ia diajak masuk sebuah bilik. Di tempat itu para
penyiksa tampak sedang mengasah pedang dan membakar tusukan besi hingga
membara. Soeharto yang bergidik mellihat orang ditusuki dan disundut besi
panas menyatakan, ‘‘Saya mau lihat tempat yang lain."
Soeharto lantas masuk ke sebuah bangsal luas. Tampak sejumlah penyiksa
menancapkan kait pancing ke sejumlah bagian tubuh seseorang. Ada yang di
siku, ada yang di perut, ada yang didada, pantat, paha dan sebagainya.
Mata pancing itu kemudian digunakan untuk mengerakkan tubuh para pendosa
di bangsal itu untuk digantung selama berjam-jam. Bila otot yang jadi tempat
kait jebol mereka akan jatuh ke tanah. Para penjaga akan kembali
menancapi tubuh-tubuh itu untuk kemudian digantung kembali. Begitu
seterusnya.
Rupanya Soeharto tak tahan dengan pemandangan itu. "Saya ingin melihat
yang lain"’ ujarnya.
Begitulah. Dari bilik ke bilik, bangsal ke bangsal, Soeharto terus memilih.
Hampir semua wilayah neraka telah dijelajahinyn. Tiba-tiba ia berhenti
di sebuah empang yang dipenuhi dengan berbagai jenis tinja, mulai dari
tinja manusia hingga kotoran babi. Rupanya Soeharto tertarik menyaksikan
para terhukum yang hanya berendam sebatas bahu
"Ah, ini sih enteng. Kalau cuma begiru saja, gue juga betah disiksa
selamanya," ucap Soaharto.
Maka ia lalu digiring nyebur ke empang dan ikut berendam sebatas bahu."
Baru semenit Soharto berendam, tiba-tiba terdengar suara yang memekakkan
telinga dan disambung teriakan penjaga neraka yang berdiri di pinggir empang,
"Yaa..., waktu istirahat sudah habis. Sekarang saatnnya untuk kembali menyelam!"
[ Daftar isi ]
[ Next ]