Neraka (2)
[ Previous ]
[ Next ]
Di neraka ada paya-paya berisi kotoran manusia yang amat luas. Para
pembohong, penjahat, pemerkosa dan lainnya dihukum di situ. Kian berat
tingkat kejahatan yang pernah dilakukan seseorang selama hidupnya kian
dalam ia terbenam dalam paya-paya itu.
Di sebuah kerumunan di paya-paya berkumpulah sejumlah orang ternama.
Ada Hitler, Mobutu Sese Seko, Igor Mengele, Idi Amin, Pol Pot, Marcos dan
Soeharto. Hampir semuanya terbenam sebatas mulut dalam paya-paya menjijikkan
itu. Mereka kepayahan di sengat panas dan bau yang bikin perut mual. Hanya
Soeharto yang berdiri di atas pinggangnya, sambil tersenyum-senyum.
Semuanya memandang Soeharto dengan cemburu. Rupanya akhirnya mereka
tak tahan juga melihat Soeharto yang nasibnya lebih baik.
"Engkau pemusnah manusia terbesar setelah Hitler masa hukumanmu ringan.
Aku cuma membunuh setengah juta orang Kamboja dibenamkan hingga mulutku
susah bernafas. Engkau yang memusnahkan dua juta rakyatmu sendiri pada
1965 cuma dihukum sepinggang," teriak Pol Pot.
"Iya, korupsimu kan lebih banyak dari yang aku lakukan," tambah Marcos.
"Kamu menindas rakyatmu lebih lama ketimbang yang aku lakukan selagi
aku hidup," sahut Mobutu.
Rupanya perselisihan di antara penghuni neraka itu disaksikan oleh penjaga
neraka dari kejauhan. "Sudahlah kalian sesama penjahat jangan ribut. Apa
kalian tak tahu kalau Soeharto yang kalian cemburui itu sebetulnya berdiri
di atas pundak istrinya, Bu Tien."
[ Daftar isi ]
[ Next ]