Sesama Setan
[ Previous ]
[ Next ]
Setelah bermalam di Musdalifah, Soeharto beserta rombongan dan pengawalnya
menuju Mina untuk melempar jumroh sebanyak tiga kali, yang disebut sebagai
Ula, Wusta dan Aqobah. Bagian dari ibadat haji ini merupakan simbol dari
upaya mengusir setan sebelum ke Masjidil Haram.
Begitu tiba di tempat melempar jumroh pada saat subuh, Pak Harto segera
mengambil batu dan melemparkannya kearah tiang tempat setan. Namus Soeharto
dan rombongan sangat terkejut begitu batu yang dilemparkannya itu kembali
kearah dirinya dari arah kegelapan. Untung anggota Paspampres yang berada
di dekat Soeharto sigap menangkapnya.
Setelah bisa menguasai diri, Soeharto kembali mengambil batu dan melemparkannya
sekali lagi ke arah tiang. Namun kali ini, batu yang dilempar kembali.
Para anggota Paspampres segera menyebar. Semua anggota rombongan tegang.
Mereka mengira ada anggota ekstrem kanan yang berniat membunuh Soeharto.
"He, siapa kamu yang melempar batu ke arah presiden? Saya perintahkan
keluar. Cepat, atau saya tembak!" teriak kepala Paspampres.
Tunggu punya tunggu tak ada siapa pun yang tampak. Namun, tiba-tiba
dari balik kegelapan tempat tiang setan terdengar suara, "He, sesama setan
dilarang saling melempar batu!"
[ Daftar isi ]
[ Next ]