Syarwan tak Butuh
Otak
[ Previous ]
[ Next ]
Ketika masih kolonel, Syarwan setiap hari bermimpi bisa segera jadi
jendral. Karena terus memikirkan kariernya agar bisa cepat melonjak, Kolonel
Syarwan akirnya menderita tumor otak.
Terpaksa sebuah operasi dilakukan. Syarwan diminta agar tetap diopname
di rumah sakit sambil menunggu tumor otaknya diangkat. Sementara itu semua
informasi yang masuk ke Syarwan disaring agar penyakitnya tak bertambah
parah.
Banyak diantara bawahan Syarwan membesuk khususnya setelah bekas operasi
di kepala sang kolonel agak sembuh.
"Pak, ada kabar gembira yang belum saya sampaikan kepada Bapak, soalnya
selama ini ‘kan Bapak sakit," ujar seorang bawahan memulai percakapan dengan
Syarwan yang sedang berbaring di ranjang.
"Berita apa itu?" tanya Syarwan.
"Bapak sekarang sudah diangkat jadi jendral!" jawab sang bawahan.
Sementara itu dokter yang mengoperasi tumor otak Syarwan datang. Ia
kelihatan sangat panik. "Aduh. Gimana ya Pak? Otak Bapak yang saya operasi
lupa saya masukkan kembali ke dalam kepala Bapak ...," ujar si dokter setengah
melapor.
"Ah, nggak apa-apa Dok. Tak usah repot-repot. Saya sekarang setelah
jadi jendral, jadi nggak perlu pakai otak lagi ..."
[ Daftar isi ]
[ Next ]