Syarwan di Bosnia
[ Previous ]
[ Next ]
Syarwan ditugaskan ke Bosnia, bergabung dengan pasukan PBB yang menjaga
perdamaian di sana. Posnya ada di sebuah daerah terpencil, di kaki pegunungan
yang sunyi. Selama sebulan? Syarwan mencoba menahan diri untuk tidak memenuhi
kebutuhan seks-nya. Tapi akhirnya dia tak tahan. Dia datang ke koleganya,
seorang perwira Arab, dan bertanya bagaimana caranya "gituan" di daerah
terpencil ini.
Jawab sang perwira Arab, "Kamu bisa pakai kuda di belakang markas itu."
Syarwan ingat Pancasila dan Sapta Marga, maka bertekad ia tak mau melakukan
perbuatan nista ini. Tapi pada bulan ke dua, ia tak tahan lagi. Dia datang
ke rekannya yang lain, seorang perwira India dan menanyakan hal yang sama.
Dia juga dapat jawaban yang sama, "Kamu bisa pakai kuda di belakang
markas itu."
Syarwan diam, tapi tetap ingat Pancasila dan Sapta Marga. Sampai akhirnya
di bulan kelima, dia tak tahan lagi. Dia mendatangi si perwira Arab dan
berbisik, malu-malu, bahwa dia mau "gituan".
Si Arab mengangguk simpatik, "Silakan pakai kuda itu, ini memang giliranmu."
Nah, Syarwan pun dengan bersijingkat mendatangi si kuda, dan melampiaskan
hasratnya di tubuh hewan itu. Lalu dia kembali ke si perwira Arab sambil
senyum kecil, "Wah, thank you, saya sudah pakai kudanya."
"Ah, tak perlu berterima kasih. Semua orang di sini kalau mau datang
ke bordil di bukit itu memang biasanya naik kuda."
[ Daftar isi ]
[ Next ]