|
|
Mengapa bayar ?
Hak Cipta AsmakMalaikat.Com
Artikel ini adalah jawaban apabila Anda bertanya "mengapa Asmak Malaikat Tingkat 1 diberikan gratis, tetapi untuk tingkat selanjutnya kami harus membayar?" - Sebelum semua kami bahas, ada satu hal yang ingin kami luruskan, yaitu bahwa Anda tidak dipaksa mengikuti attunement Asmak Malaikat. Kalau Anda berniat mengikuti, maka ikutilah dengan lapang dada dan senang hati. Anda tidak harus membayar biaya apapun kalau Anda tidak ingin belajar Asmak Malaikat.
Kami mengakui, bahwa kami pun mendapatkan cukup banyak dana dari murid yang berterimakasih atas kesempatan dan bimbingan yang kami berikan. Meskipun lebih banyak dana tersebut digunakan untuk kepentingan sosial, sedangkan untuk keperluan pribadi kami lebih mengutamakan penghasilan dari beberapa bisnis yang kami kelola.
Perlu Anda pahami, apabila Anda memutuskan belajar Asmak Malaikat atau tradisi spiritual lain dari kami, jangan sekali-kali berpikir bahwa Ilmu Metafisika bisa dibeli dengan uang. Seberapa banyak pun Anda membayar kami, maka tidak akan bisa berhasil apabila tujuan awal Anda tidak baik, Anda tidak serius dalam belajar, guru Anda tidak ikhlas menurunkan ilmu, dan/atau Sang Maha Kuasa tidak berkehendak.
Biaya yang Anda bayarkan seharusnya diberikan dengan tulus ikhlas sebagai tanda terimakasih kepada Master yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing Anda. Setidaknya ada tiga alasan mengapa kami menetapkan biaya tertentu untuk bisa mendapatkan attunement Asmak Malaikat Tingkat 2 dan seterusnya.
1. Menghimpun Dana
Anda pasti paham dan setuju, bahwa suatu organisasi tidak akan bisa bertahan dan berkembang tanpa adanya dukungan dana yang kuat. Maka dari itu, bukanlah suatu hal yang aneh jika sebuah organisasi berupaya mengumpulkan dana dari anggotanya atau orang-orang yang berhubungan dengan organisasi tersebut. Dalam menyelenggarakan kursus Ilmu Metafisika kepada Anda, diperlukan sejumlah dana operasional, antara lain untuk :
2. Menghargai & Menghormati Ilmu Metafisika
Salah satu penentu keberhasilan pelajaran spiritual adalah seberapa besar seorang murid menghargai dan menghormati ilmu yang dipejari. Seorang murid yang tidak menghargai Ilmu Metafisika yang didapatkannya dari guru, maka kemungkinan besar akan gagal dalam belajar. Itulah mengapa, selama ini tidak ada orang yang berhasil mengambil manfaat dari Ilmu Metafisika yang didapatkan dengan mudah dari buku-buku metafisika yang dijual sangat murah di toko buku atau dari artikel-artikel internet yang tidak jelas dari siapa sumbernya.
Padahal sebenarnya beberapa buku metafisika yang beredar bebas di toko buku, ada yang mengajarkan ilmu yang benar dan bisa bermanfaat apabila seseorang melatihnya dengan sungguh-sungguh. Tentu saja akan lebih baik apabila ada bimbingan guru yang sudah menguasai ilmu tersebut dalam buka. Namun karena kebayakan para penulis buku hanya sekedar menulis, tidak mencantumkan kontak yang jelas agar bisa dibubungi untuk konsultasi, maka pembaca buku pun hanya sekedar membaca dan ragu-ragu untuk mempraktekan. Keraguan ini wajar, karena tidak adanya guru yang membimbing secara khusus. Inilah yang disebut "pelecehan" atau hilangnya kehormatan dan kesyakralan sebuah Ilmu Metafisika, karena dibeberkan kepada umum tanpa alasan yang kuat dan benar.
Tradisi kejawen mengajarkan, bahwa rahasia sebuah Ilmu Metafisika hanya boleh diterangkan / diturunkan kepada murid yang pantas dan sungguh-sungguh ingin memperlajari ilmu tersebut. Apabila tanpa alasan yang kuat, rahasia ilmu dibeberkan kepada umum (bukan kepada murid yang sungguh-sungguh ingin belajar), maka akan menghancurkan kehormatan dan kesyakralan ilmu itu sendiri.
Bapak Narendra telah "membocorkan" rahasia Asmak Malaikat Tingkat 1 kepada umum. Menurut tradisi kejawen, sedikit-banyak, Bapak Narendra boleh dianggap telah menurunkan kehormatan dan kesyakralan ilmu Asmak Malaikat. Namun disisi lain, Bapak Narendra punya alasan dan motif sosial yang kuat. Tentu saja, keputusan "membocorkan" rahasia Asmak Malaikat Tingkat 1 sudah kami pikirkan secara matang dan juga telah mendapat persetujuan dari guru-guru spiritual yang terhormat. Beberapa alasan Bapak Narendra memberikan Asmak Malaikat secara gratis bisa Anda baca disini.
Terbukti, banyak orang merasa terbantu dengan adanya Asmak Malaikat Tingkat 1 yang diajarkan secara gratis. Banyak sekali email yang masuk menyampaikan terimakasih atas keberhasilan Asmak Malaikat Tingkat 1 menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami oleh murid, bahkan penyakit-penyakit yang menurut dokter tidak bisa disembuhkan. Di Indonesia, biaya pengobatan secara medis, semakin hari semakin mahal, oleh karena itu, adanya Asmak Malaikat Tingkat 1 merupakan cara pengobatan alternatif yang bisa diikuti oleh semua orang, tanpa perlu mengeluarkan biaya.
Karena sebagian besar murid belajar secara online (melalui internet), pelajaran Asmak Malaikat Tingkat 1 yang diberikan secara gratis juga merupakan cara kami untuk menyeleksi murid yang sungguh-sungguh dalam mempelajari Asmak Malaikat. Dari hasil pengamatan aktivitas di website AsmakMalaikat.Com, kami peroleh data laporan sebagai berikut.
Tabel di bawah ini adalah rata-rata aktivitas harian website AsmakMalaikat.Com pada bulan Januari 2008.
Kesimpulannya:
Dengan melihat fakta-fakta di atas, maka kami bisa memastikan bahwa orang-orang yang melanjutkan belajar Asmak Malaikat Tingkat 2 atau yang lebih tinggi adalah murid yang memang bersungguh-sungguh dan memiliki niat yang baik dalam mempelajari Asmak Malaikat. Karena kami yakin, bahwa seseorang yang berniat negatif dan tidak serius dalam belajar, tidak akan merasakan manfaat Asmak Malaikat Tingkat 1. Seseorang yang tidak merasakan manfaat Asmak Malaikat Tingkat 1, tentu saja tidak ingin melanjutkan ke tingkat lebih tingi.
Hanya kepada murid-murid yang serius dan berniat positif inilah kami menurukan rahasia-rahasia Asmak Malaikat Tingkat 2 dan seterusnya. Dengan cara membatasi murid - hanya yang serius dan berniat baik saja yang boleh mengetahui rahasianya - maka kami tetap bisa menjaga kehormatan dan kesyakralan ilmu warisan Sunan Muria ini. Dengan kata lain, kami sangat keberatan apabila diminta memberikan rahasia-rahasia Asmak Malaikat Tingkat 2 kepada seseorang yang tidak bisa menujukkan keseriusannya dalam belajar Asmak Malaikat.
3. Merupakan Usaha / Pengorbanan Murid
Masih terkait konsep, bahwa seorang murid haruslah menghormati ilmu yang didapatkan dari guru agar berhasil dalam pelajaran, maka satu-satunya cara yang paling efektif agar murid menghargai dan menghormati ilmu adalah dengan melihat usaha atau pengorbanan murid untuk mendapatkan rahasia ilmu tersebut.
Menurut cerita guru-guru kami, pada jaman dulu, belajar Ilmu Metafisika tidak semudah sekarang. Pada umumnya, guru akan menguji kesungguhan murid sebelum menurunkan ilmunya. Seorang murid akan rela melakukan apapun untuk gurunya agar guru bersedia mengajarkan ilmu. Murid biasanya tinggal atau mengikuti gurunya selama beberapa tahun, melayani dan membantu pekerjaan gurunya. Inilah yang disebut "pengorbanan". Dengan adanya pengorbanan ini, maka penghargaan terhadap ilmu spritual selalu terjaga. Dan seorang guru pun mendapatkan haknya untuk menikmati berkah dari ilmu yang dilestarikannya.
Jaman telah berubah. Cara pengorbanan yang mengharuskan murid untuk hadir, mengikuti dan membantu pekerjaan gurunya dalam waktu tertentu, mungkin kurang praktis apabila diterapkan kepada masyarakat modern seperti sekarang. Semua orang ingin yang cepat dan mudah karena tak punya banyak waktu luang. Maka demi kepraktisan, para guru kemudian menciptakan cara pengorbanan yang praktis dan sesuai tuntutan jaman.
Untuk melihat keseriusan murid, guru-guru jaman sekarang, menentukan mahar atau maskawin berupa sejumlah uang atas ilmu yang akan dipelajari murid. Cara praktis semacam ini mungkin menjadikan seorang guru terlihat "mata duitan" alias hanya ingin mendapatkan uang. Anggapan semacam ini tentu saja tidak adil untuk guru. Anda tentu sepakat bahwa orang yang tidak berterimakasih dan tidak menghargai usaha guru dalam mengajar atau membantu adalah manusia kikir yang maunya enak tanpa berkorban.
Seandainya ada guru yang mengharapkan imbalan atas pelajaran yang diberikannya itu pun sah-sah saja. Kita memang punya prinsip bahwa ilmu tidak bisa dibeli dengan uang, tapi tenaga dan waktu yang diluangkan oleh seorang guru untuk melayani murid tetap pantas untuk dihargai dengan uang. Bagaimanapun guru juga manusia biasa, butuh biaya untuk menunjang kehidupannya. Sekali lagi, adalah murid yang kejam dan tidak tahu diri apabila ada murid yang ingin mendapatkan ilmu sebanyak mungkin dari guru, kemudian mengharapkan guru-nya selalu "ikhlas" berjasa menurunkan ilmu kepada murid, tetapi murid tersebut tidak mau berkorban sedikitpun demi guru, alias tidak mau balas budi.
Namun akhir-akhir ini, kami melihat ada kesalahan pemahaman mengenai hal ini. Masyarakat - dengan ketidaktahuannya - banyak menganggap bahwa setiap guru yang menentukan biaya sebagai syarat mengikuti sebuah pelajaran Ilmu Metafisika dianggap sebagai guru yang tidak ikhlas, hanya menginginkan uang. Sekali lagi, anggapan ini tidak sepenuhnya benar, dan tidak adil untuk guru.
Kami rasa cukup penjelasan mengenai masalah biaya untuk mendapatkan Asmak Malaikat. Terimakasih atas perhatian Anda. Semoga artikel ini menambah wawasan dan menimbulkan kesadaran / pemahaman baru bagi Anda.
|
|
Dowload Gratis Kumpulan Makalah, Artikel, Esai, Referensi dan Tugas Kuliah Kumpulan Humor Orang Indonesia Arsip Artikel Perpustakaan & Buku Terbitan Indonesia Gratis Ilmu Metafisika Ilmu Spiritual Javanese Mystical and Spiritual Teaching Percaya Diri - Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Kumpulan Artikel Percaya Diri, Menghilangkan Rasa Mider Daftar Harga Mobil Bekas & Download Makalah
|