|
|
Apakah Manusia Pantas Merasa Sakti ?
29 Januari 2008 - Oleh Rama Narendra - Hak Cipta Sepenuhnya Milik Rama Narendra
Beberapa saat yang lalu, ada sebuah email masuk ke inbox email asisten saya (info@ramanarendra.com). Apa istimewanya Pak Rama? Tiap hari kan memang asisten menerima puluhan email? Ya... kalau tidak istimewa, saya tidak ingin nulis di sini dong... Sengaja saya tulis artikel ini dengan gaya bahasa santai, beda dengan artikel lain di website ini. Semoga terasa lebih enak dibaca. Saya mengucapkan terimakasih pada saudara yang mengirim email, karena telah menimbulkan inspirasi bagi saya untuk menulis artikel ini. Memang sudah 2 minggu ini saya tidak menghasilkan tulisan untuk di-publish di website atau di Surat Kabar.
Isi emailnya kurang lebih seperti di ini. Saya kecewa dgn anda, anda bilang gratis tapi ujung2nnya membayar, saya tdk jadi mengambil program gratis dari anda, ilmu cuma tahan sementara....... sebenarnnya ilmu situ cuma seupil, ga ada apa apannya narendra...... saya ingin menjajal ilmu anda, panggil semua guru dan teman2 kamu yg kamu anggap hebat. saya akan menantang anda semua dengan kemampuan saya. Begitulah kata "Sang Penantang" dalam email. Nampak sekali bahwa pengirim email ini belum paham apa sesungguhnya Asmak Malaikat dan tujuan saya mengajarkan Asmak Malaikat. Asmak Malaikat Tingkat 1 benar-benar diberikan gratis dan bertahan selamanya, selama murid mengikuti petunjuk dengan sungguh-sungguh. Hem... mungkin inilah akibat malas membaca dan buruk sangka.
Asisten saya mungkin kaget dan heran, mengapa ada orang yang sampai mengirim email semacam itu. Kemudian Nisa, asisten saya, menghubungi saya, dan mengatakan "Pak, ada orang ngirim email nantang Bapak. isinya begini... begini... Ini orang mungkin sedang sakit ya Pak? Orang kok tidak punya rasa terimakasih kepada orang lain. Diberi hati kok malah minta janjung... dan seterusnya... " sampai saya memotong pembicaraannya.
Saya cuma bilang pada asisten saya, "Nisa... manusia itu seperti teko. Apa yang keluar dari mulutnya, itulah sesungguhnya isi dirinya. Teko itu, kalo diisi kopi, dituangkan ya keluar kopi, di isi teh ya keluar teh..." Begitulah saya berusaha menenangkan asisten saya yang tampaknya tidak terima.
***********
Di "dunia persilatan" kadang memang ada orang yang belum menyadari siapa dirinya dan merasa sakti, menantang orang lain untuk membuktikan siapa yang terhebat. Pertanyaan saya, pantaskah manusia merasa sakti? Apakah benar mengalahkan orang lain adalah suatu tanda kehebatan atau kesaktian? Semakin banyak orang yang pernah kita kalahkan, apakah itu tandanya kita semakin sakti?
Pembaca yang budiman. Saya, Rama Narendra sebelumnya mohon maaf, apabila ada pendekar yang merasa dirinya sakti, menantang Rama Narendra yang lemah ini untuk bertanding atau unjuk kesaktian. Ketahuilah bahwa Rama Narendra yang tidak berdaya ini memilih tidak melayani. Mengapa? karena Rama Narendra memang tidak merasa punya kesaktian apapun. Kalaupun melalui doa dan usaha batin yang Rama Narendra lakukan bisa menghasilkan sesuatu yang - menurut orang awam - adalah supranatural (diluar kebiasaan alam), sepenuhnya adalah bentuk dari pertolongan Sang Maha Kuasa. Bukan Rama Narendra sendiri yang berkuasa atas segala "keajaiban" itu.
Biarlah caci-maki apapun yang keluar dari
mulut sang penantang. Rama Narendra lebih memilih bersabar dengan
segala kelemahannya sebagai manusia biasa. Rama Narendra hanya bisa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
dengan cara yang diyakininya, agar Tuhan selalu melindungi Rama Narendra
yang lemah ini dari makhluk Tuhan yang sengaja diciptakan Tuhan untuk
menguji ketabahan diri.
Adakah orang sakti yang bisa menghindari
mati? Atau kalau memang merasa sakti, janganlah melawan manusia atau jin
kelas rendah, terlalu standar. Cerita manusia mengalahkan manusia dan
manusia mengalahkan jin rendahan, sudah banyak kita dengar. Kalau memang
sakti, lawanlah iblis yang katanya menjadi musuh manusia selama beribu-ribu
tahun. He... he.. Kalau iblis pimpinan setan berhasil dikalahkan atau
dibunuh, mungkin dunia akan lebih
damai dan indah ya...? Atu mungkin, kesaktian yang disombongkan itu
ternayata malah didapat dari memuja setan dan iblis?
Karena manusia - termasuk Rama Narendra -
tidak mampu membunuh iblis, maka lebih baik perangi hawa nafsu
sendiri-sendiri. Kalau nafsu kita sudah dikalahkan, si iblis kan tidak bisa
mempengaruhi kita. Kalau nafsu sudah terkendali, hidup akan lebih tenang,
nyaman, damai, penuh dengan cinta, dan... tidak perlu menantang orang lain
hanya untuk menambah kesombongan.
Sebaliknya, yang menjadi penghalang masuknya Energi Malaikat adalah apabila kita menganggap diri kita sakti, hebat atau merasa bisa menghasilkan kekuatan sendiri dari latihan yang kita lakukan. Anggaplah semua usaha batin yang kita lakukan sebagai sarana memohon pertolongan Tuhan, yang mana cara tersebut merupakan cara yang diyakini sesuai tradisi spiritual Asmak Malaikat yang diwarisi dari Sunan Muria. Setelah itu, kita pasrah pada kehendak Tuhan Yang Maha Bijaksana.
Seperti yang tertulis di batu nisan R.M.P. Sosrokartono, di Pesarean Sidomukti, Kudus, Jawa Tengah.
Sugih tanpo Bondo
Bagi Anda yang belum tahu, ini saya jelaskan. Sosro Kartono adalah kakak kandung Ibu Kartini yang kita kenal pelopor emansipasi wanita Indonesia. Menurut cerita yang saya dengar, Raden Sosro Kartono ini adalah pria yang berpenampilan sederhana, namun rapih, berperawakan sedang, kulit bersih, berwibawa. Orang-orang Jawa menyebutnya sebagai Ndoro Sosro, sang dokter ajaib. Karena beliau bisa mengobati orang sakit, hanya dengan air putih yang dipandangnya tajam-tajam selama lebih kurang 1 atau 2 menit, kemudian diminum di rumah masing-masing pasien. Beliau muslim jawa yang jenius, mungkin bisa kita sebut beraliran sufi.
..... Begitulah seharusnya manusia hidup. Tidak perlu merasa hebat dengan apa yang dimiliki, atau sebaliknya, merasa rendah diri (bukan rendah hati loh..) dengan apa-apa yang tidak dimiliki. Sebuah kemenangan itu tidak harus dengan meremehkan atau mengalahkan orang lain. Yang dikatakan menang adalah menang mengendalikan gejolak nafsu yang ada pada diri sendiri.
He..he.. marilah kita tertawakan orang-orang yang merasa sakti. Kalu dia bikin ulah, tanyakan apakah dia bisa menghindar dari mati? Gampang kan? Semoga Anda semua, pembaca website saya yang budiman, diberi kesadaran cinta dan saling menghargai sesama manusia.
|
|
Dowload Gratis Kumpulan Makalah, Artikel, Esai, Referensi dan Tugas Kuliah Kumpulan Humor Orang Indonesia Arsip Artikel Perpustakaan & Buku Terbitan Indonesia Gratis Ilmu Metafisika Ilmu Spiritual Javanese Mystical and Spiritual Teaching Percaya Diri - Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Kumpulan Artikel Percaya Diri, Menghilangkan Rasa Mider Daftar Harga Mobil Bekas & Download Makalah
|